Sejak berlangganan majalah bulanan kesehatan " Prevention Indonesia" - Agustus 2008, saya sudah jatuh cinta pada tulisan
Dr. Tan Shot Yen - wanita muda yang cantik dan pintar.
Selain sebagai dokter- Dr. Tan Shot Yen juga seorang praktisi "energy healing". Sibuk menjadi pembicara dan narasumber di berbagai seminar ; aktif di Lembaga Donor Internasional - menjalankan proyek2 kesehatan di Indonesia,sedang menyelesaikan studi Program Magister Filsafat Manusia - STF Driyarkara..hebat sekali !!!
Tulisan Dr. Tan Shot Yen yang pertama saya baca di Prevention Indonesia - edisi Agustus 2008, edisi pertama - "Tubuh, Bukan Mesin yang Hidup"..tulisan yang bagus.
Ditulisnya : Tubuh ini kita yang punya.Cintailah, kenali kenapa ia bermasalah dan jangan "memasrahkannya" ke dokter, yang paling ahli sekalipun. Tulisan tersebut mengajarkan agar kita menjadi manusia yang kritis dan pasien yang pintar..Cara berpikir kita harus dirubah dalam menghadapi keadaan sakit..jangan pusing langsung minum obat pusing yang belum tentu aman..ada cara2 yang lain..sebabnya yang di cari, tubuh mengeluarkan "sinyal" yang harus kita kenali sendiri. Berbeda untuk tiap2 orang.
Ditulis oleh Dr. Tan Shot Yen juga : Manusia hidup tidak hanya bergantung pada fungsi organ tubuh, tapi juga harus punya keterhubungan dengan dirinya dan orang lain, secara emosional dan spiritual...sangat pintar !!
Tulisan dengan judul di atas dapat anda baca di halaman 18 -22 - Prevention Indonesia, edisi Agustus 2008.
Jadi marilah kita mencintai tubuh kita sendiri. Kita mampu menyembuhkan tubuh dengan penuh komitmen dan tanggung jawab . "Health is a scientific art, as well as an artistic science in itself."..begitu Dr. Tan Shot Yen menutup tulisan dengan judul " Tubuh, Bukan Mesin yang Hidup"..banyak manfaat yang kita dapat dari tulisannya..terima kasih, Dok.
Semoga para dokter di Indonesia juga sudah sangat terbuka untuk berkomunikasi dengan para pasien, karena sakit bukan hanya fisik tapi juga emosi. Tubuh, pikiran dan jiwa membutuhkan " gizi" yang selaras dan sesuai dengan kebutuhan alamiahnya masing2..begitu tulis Dr. Tan Shot Yen, penulis tetap Prevention Indonesia.