Cek ini dulu (sebelum berkonsultasi dengan terapis seks)!
Cek ke dokter dulu. Jika Anda merasa masalah yang dihadapi lebih kepada masalah fisik atau karena efek samping obat yang sedang Anda minum.
Seks bukan tabu. Malu bertanya sesat di jalan. Banyak orang mengalami masalah seksual karena kurang memahami tentang organ reproduksi dan tidak memiliki pengetahuan seks yang dalam.
Pilihlah terapis yang tepat. Seorang terapis seks harus memiliki bekal pendidikan dan lisensi sebagai terapis seks. Pasien dibenarkan untuk mencari informasi dari terapis seks sebelum menentukan akan berkonsultasi dengannya. Howard Rupple, Ph.D., Ed.D, direktur eksekutif American Association of Sex Educators, Counselors and Therapists menganjurkan setiap pasien menanyakan kepada terapis tentang latarbelakang pendidikannya, jenis terapi yang digunakan, atau pengalamannya dalam menangani masalah seksual yang serupa.
Kepercayaan penuh. “Seorang pasien harus merasa nyaman dan menaruh kepercayaan pada terapis seksnya, “ kata Roseline Meadow, PhD, terapis seks yang menulis buku Women’s Conflict About Eating and Sex. “Sikap baik dan empati seorang terapis seks sangat berperan penting dalam mempercepat kesembuhan pasien.”
Tidak perlu merasa malu. Wajar saja kalau Anda awalnya merasa malu berkonsultasi dengan terapis seks. Tapi, Anda sebenarnya tidak perlu cemas. Setiap seks terapis sudah dibekali dengan pengetahuan dan keahlian untuk membantu pasien membicarakan tentang masalahnya. Sesuai kode etik, setiap pembicaraan Anda dengan terapis akan dirahasiakan.
Datang dengan pasangan. Setiap masalah seks dalam rumah tangga adalah problem Anda dan pasangan. Oleh karena itu upayakan agar Anda dan pasangan bisa bersama-sama mengikuti terapi.
Latihan di rumah. Anda dan pasangan mungkin akan diminta melakukan serangkaian ‘latihan’ di rumah yang banyak melibatkan sentuhan atau pijatan. Lakukan latihan sesuai petunjuk terapis untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
Jangan cepat putus asa. Tidak ada patokan yang pasti, berapa kali konsultasi yang harus dilakukan pasien sebelum mendapatkan kesembuhan. Namun di negara-negara maju, kebanyakan pasangan menjalani konsultasi antara 12-14 kali.
Ringkasan lain tentang Apakah Anda Perlu Terapis Seks