4..Sugar Buster Diet
Popular pada era: Tahun 1990-an.
Penemu: H. Leighton Steward.
Logikanya: Dengan menghilangkan karbohidrat dan gula, jumlah kalori yang masuk dapat dikurangi, sehingga berat badan dapat diturunkan.
Konsumsi: Buah, sayuran, dan daging tanpa lemak.
Hindari: Tepung dan gula yang sudah mengalami proses refinery, makanan instan, wortel, soda dan madu.
Caranya:
Konsumsi sayuran berserat tinggi, roti gandum, serta buah-buahan.
Hindari mengonsumsi makanan berlemak. Jika ingin makan keju atau minum susu pilihlah yang sifatnya tanpa lemak.
Anda tetap boleh makan 3 kali sehari, namun dengan porsi yang tidak besar. Tidak boleh mengemil, terlebih di malam hari.
Iming-imingnya:
Dapat menurunkan berat badan dan menjaga kadar gula dalam darah. Diet ini juga baik untuk penderita diabetes.
Kekurangan:
Tidak cocok dilakukan dalam jangka panujang, karena belum didukung oleh penelitian ilmiah.
5.South Beach Diet
Popular pada era: 1990-an. Diet ini memiliki banyak kemiripan dengan Atkins Diet.
Penemu: Dr. Arthur Agatston, seorang ahli jantung dari Miami. Ia awalnya menciptakan diet ini untuk membantu pasien menurunkan kadar kolesterol dan gula dalam darah.
Logikanya: Konsumsi kalori yang rendah akan membuat tubuh tetap langsing.
Konsumsi: Makanan yang dikonsumsi sesuai dengan fase diet.
Hindari: Makanan olahan dan minuman ringan.
Caranya:
Pada dua minggu fase pertama Anda tidak boleh ‘menyentuh’ karbohidrat. Karbohidrat dalam jumlah terbatas baru diberikan pada tahap kedua. Anda boleh menyantap lebih banyak makanan kesukaan pada fase ketiga, namun dengan berbagai batasan tertentu.
Iming-imingnya:
Dapat menurunkan berat badan sebanyak 6 kg dalam 2 minggu di fase pertama.
Diklaim dapat memperpanjang umur dan menjaga kesehatan jika dilakukan sesuai dengan rencana.
Kekurangan:
Tahap pertama diet ini kurang mudah diikuti karena tidak boleh mengonsumsi makanan kesukaan seperti roti, kentang, pasta, permen, kue,dan es krim.
Memang terbukti dapat menurunkan berat badan, namun berat badan yang ‘hilang’ tersebut kebanyakan adalah air, bukan lemak.
6.Ornish Diet
Popular pada era: 1990-an.
Penemu: Dr. Dean Ornish, ia menulis buku berjudul Eat More Weith Less yang kemudian juga dikenal sebagai nama lain dari Ornish Diet.
Logikanya: Kalori yang berasal dari lemak akan membuat seseorang menjadi gemuk.
Konsumsi: Anda boleh makan apa pun tanpa perlu menghitung kalori dan porsi, selama mematuhi panduan makanan apa saja yang boleh di makan, dan tidak boleh dimakan.
Hindari: Semua makanan berlemak, kacang-kacangan, biji-bijian, alpukat, gula, tepung, beras putih. Daging, daging ayam, ikan.
Caranya:
Hindari makanan yang mengandung lemak jenuh seperti daging, susu, kacang, dan alpukat. Kadar lemak dalam makanan harus dikurangi hingga hanya 10% dari seluruh kalori.
Diet Ornish adalah diet vegetarian sehingga semua jenis daging-dagingan dilarang untuk dikonsumsi. Hanya putih telur dan susu tanpa lemak saja yang boleh dikonsumsi.
Komposisi diet yang dianut dalam Ornish Diet adalah 10% lemak, 20% protein, dan 70% karbohidrat.
Iming-imingnya:
Selain dapat menurunkan berat badan, Ornish Diet dapat digunakan untuk terapi holistik. Diet ini cocok untuk mereka yang mengalami masalah dengan kolesterol, penyumbatan pembuluh darah, penyakit jantung, stroke dan tekanan darah tinggi.
Kekurangan:
Banyak ahli gizi menganggap Ornish Diet sulit diikuti karena komposisi makanannya sangat berbeda dengan yang biasa dimakan oleh orang Amerika Serikat. Setelah melakukan diet selama beberapa waktu orang akan mudah tergiur untuk kembali ke pola makan yang lama dan kembali mengalami kenaikan berat badan.
Diet ini melarang konsumsi ikan, padahal ikan dikenal mengandung lemak yang sangat baik untuk jantung.
7.Beverly Hills Diet
Popular pada era: Tahun 1980-an. Sangat popular di kalangan artis Hollywood. Jodie Foster adalah salah seorang ‘pengikut’ diet ini.
Penemu: Aktris Judy Mazel. Ia menjanjikan siapa pun yang mengikuti diet ini tidak hanya mengalami penurunan berat badan tetapi juga bakal berbadan ceking.
Logikanya: Komposisi makanan yang bercampur aduk, misalnya protein dengan karbohidrat akan membuat enzim dalam tubuh ‘kebingungan’ dalam mencernakannya. Proses metabolisma yang buruk pada akhirnya akan menghasilkan timbunan lemak. Penemu diet ini, Judy Mazel, percaya cara makan yang terbaik adalah hanya menyantap makanan dengan kandungan sejenis. Misalnya protein-protein atau karbohidrat-karbohidrat. Jadi jika Anda memutuskan makan buah, makanlah buah saja, tanpa dicampur dengan makanan lain.
Konsumsi: Buah, jagung, kentang bakar, udang.
Hindari: Kopi dan makanan yang mengandung kafein. Soda dan pemanis buatan.
Caranya:
Selama 10 hari pertama program ini mengharuskan Anda hanya makan buah saja. Karbohidrat dan mentega baru boleh dimakan pada hari ke 11. Makanan yang mengandung protein boleh dikonsumsi pada hari ke 19. Juga boleh menyantap makanan yang mengandung lemak.
Lakukan selama 35 hari. Anda boleh mengulanginya lagi jika perlu.
Iming-imingnya:
Banyak yang mengaku dapat menurunkan berat badan sekitar 6-7 kg dalam 35 hari dengan cara mengkonsumsi makanan dengan kandungan tertentu pada saat yang telah ditentukan. Kombinasinya adalah protein dengan protein, karbohidrat dengan karbohidrat ditambah buah. Misalnya pada hari ke 23 Anda makan buah, roti lapis dan 3 jenis ikan.
Anda tidak perlu menghitung kalori atau lemak, asalkan mengikuti komposisi protein-protein, karbohidrat-karbohidrat.
Kekurangan:
Diet ini membuat Anda kekurangan protein, sehingga otot-otot akan kelihatan kendur.
Kekurangan protein dan sejumlah vitamin dan mineral yang dialami para peserta diet ini dapat mengakibatkan berbagai efek samping termasuk diare berat.
Ringkasan lain tentang 7 Most Popular Diets (Part Two) - 7 Diet Terpopular