Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Kedokteran & Kesehatan>Screening Kolesterol Pada Anak-Anak

Screening Kolesterol Pada Anak-Anak

oleh: Ratz     Pengarang : Helen Lobato
ª
Ringkasan ini diterjemahkan dari Cholesterol Screening for Children
 

Menurut tulisan Tara Parker Pope di harian New York Times, para dokter spesialis anak di amerika merekomendasikan pemeriksaan meluas kadar kolesterol pada anak dan penggunaan obat penurun kolesterol yang aktif pada anak-anak, dimulai pada saat sang anak berusia 8 tahun, dengan harapan mencegah penyakit jantung di masa dewasa.

Hal tersebut dikeluarkan setelah American Academy of Pediatrics melakukan penelitian terhadap anak-anak yang diberikan susu rendah lemak setelah berumur 12 bulan. Mereka memperkirakan 30 samapi 60% anak-anak dengan kadar kolesterol yang tinggi tidak pernah melakukan pemeriksaan kadar kolesterol, statin dan tidak memakan obat penurun kadar kolesterol yang mampu mengurangi resiko untuk mendapat serangan jantung.

Rekomendasi tersebut dilakukan pada anak dan dewasa dimulai pada saat memasuki usia 2 tahun dan tidak lebih dari usia 10 tahun, jika mereka berasal dari keluarga yang mempunyai sejarah penyakit jantung pada umur 55 tahun untuk pria dan 65 tahun untuk wanita. Banyak orang takut dan mempercayai mitos tentang kolesterol yang masih bertahan selama beberapa dekade terakhir, dan sekarang industri farmasi tengah berusaha untuk dapat menjamin masa depan anak-anak di masa depan. Hal ini dilakukan dengan bekerja sama dengan pihak terkait seperti FDA dan media untuk melancarakan iklan mengenai pemberian obat penurun kolesterol sejak usia dini.

Teori yang telah bertahan selama beberapa dekade menyatakan bahwa kadar kolesterol yang tinggi tidak baik untuk kesehatan dan akan memberikan kontribusi pada penyakit jantung telah menyebabkan penggunaan luas statin pada seseorang yang mempunyai kadar kolesterol tinggi. Namun, hiperkolesterolemia, dapat diketahui pada saat dokter memulai mengukur kadar kolesterol dalam darah. Hiperkolesterolemia tidak seperti diabetes atau anemia yang mempunyai gejala yang jelas. HIperkolesterolemia hanya dapat diketahui melalui pemeriksaan darah, dan bahkan orang yang terlihat sehatpun dapat saja menderita hiperkolesterolemia

Ketika kita menggunakan statin untuk menurunkan kadar kolesterol, kita merusak sel-sel yang membutuhkan kolesterol untuk menjaga aktivitas selular. Kolesterol adalah substansi dalam perbaikan sel dan merupakan prekursor vitamin D, yang penting untuk beberapa proses biokimia termasuk metabolisme mineral. Asam empedu, dibutuhkan untuk mencerna lemak, terbuat dari kolesterol dan seseorang yang mempunyai kadar kolesterol rendah pada umumnya mengalami masalah pencernaan. Kolesterol juga berfungsi sebagai antioksidant.

Obat yang dapat menurunkan kadar kolesterol adalah statins dalam beberapa nama antara lain; Lipitor (atorvastin), Zocor(simvastatin), Mevacor (lovastatin) dan Pravachol (pravastatin). 36 juta orang di amerika menggunakan statin hampir setiap hari, dan Lipitor dan Zocor adalah yang paling sering digunakan. Ada banyak efek samping dari statin seperti nyeri otot dan lemah, suatu rhabdomyolisis, mungkin disebabkan deplesi Koenzim Q10. Jantung sendiri terdiri dari otot-otot yang memerlukan banyak koenzim Q10 yang dideplesi oleh statin yang dapat menyebabkann gagal jantung. Peneliti juga menemukan peningkatan kasus gagal jantung kongesti akibat penggunaan statin jangka panjang.

Polyneuropathy, juga dikenal sebagai neuropati perifer, juga salah satu efek samping statin dan mempunyai karakteristik lemah, tingling dan nyeri pada tangan dan kaki juga kesulitan berjalan. Kerusakan yang diakibatkan bersifat ireversibel dan seseorang yang menggunakan statin dengan dosis tinggi selama beberapa lama mungkin menderita kerusakn saraf yang permanen.

Lalu ada isu bahwa statin dapat menginduksi kerusakan kognitif dan ketika industri farmasi menyangkal bahwa statin dapat menyebakan amnesia, pada sejumlah percobaan didapatkan penurunan daya ingat. Studi yang dilakukan oleh Pittsburg University menunjukkan bahwa pasien yang menggunakan statin selama 6 minggu jika dibandingkan dengan pasien yang menggunakan plasebo, menunjukkan penurunan pada test psikomotor dan memori.

Rekomendasi dari ikatan dokter anak amerika untuk memberikan obat penurun kolesterol pada anak untuk mengurangi dan mencegah penyakit jantung di kemudian hari harus diteliti ulang. Dokter anak mencatan beberapa tahun yang lalu, anak-anak yang melakukan diet rendah kolesterol dan rendah lemak mengsalami perkembangan yang tidak baik.

Selama masa pertumbuhan, anak-anak membutuhkan kadar lemak sesuai yang direkomendasikan oleh pemerintah amerika. ASI mengandubg 55% kalori lemak, terbanyak adalah lemak yang tersaturasi. Lemak hewani juga mengandung vitamin A dan D yang dibutuhkan untuk asimilasi protein dan mineral

Diterbitkan di: 14 Juli, 2008   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    very good Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.