Seorang yang sudah berusia paruh baya mengaku kemampuan seksnya bertambah akhir-akhir ini karena rajin menjalani latihan beban. Ia sendiri bingung, apakah itu suatu kebetulan atau secara ilmiah dapat diterangkan hubungan antara latihan beban dan kemampuan seksual seseorang, khususnya bagi mereka yang usianya tak muda lagi.
Bila ditelaah lebih jauh, pria ini bukanlah pria muda usia yang tengah dalam puncak gairah dan kemampuan seksual. Namun begitu, walau tidak terbilang muda, ia dapat memaksimalkan potensi dan kemampuannya di tengah bayang-bayang penuaan (aging).
Penuaan adalah proses yang tidak dapat dihindari oleh siapapun. Baik pria maupun wanita banyak yang mengaku tak sekuat ketika muda, termasuk dalam hal seks. Namun begitu, meski usia di atas 40 tahun, tak perlu kekuatan dalam arti seluas-luasnya harus menurun drastis.
Agar penurunan kekuatan tidak menurun cepat, termasuk kemampuan seksualnya, ada banyak cara yang dapat dilakukan, namun ada baiknya juga untuk memahami apa seksualitas itu?
Seksualitas adalah perasaan kuat, segar dan tetap bernafsu dan kegembiraan akan keadaan badannya, kekuatan serta kemampuannya untuk menikmati kehidupan seksnya.
Baik pria maupun wanita, yang badannya lembek dan kendor, tentu saja tidak seksi lagi. Denga menurunnya kekuatan pada otot-otot, dengan sendirinya postur (sikap badan) akan berubah. Otot-otot yang mulai mengendur akan menyebabkan fisik nampak lebih tua dan kekuatannya pun menjadi berkurang pula.
Hal ini kurang menguntungkan bagi keadaan seksualitas dan akan mempengaruhi serta mengakibatkan kesukaran-kesukaran pada kemampuan seksual.
Untuk mengatasi masalah ini dapat dilakukan dengan latihan beban yang benar, dengan latihan beban yang benar maka diharapkan akan memperoleh beberapa manfaat sebagai berikut:
1. Memperbaiki postur tubuh dengan segera dan energi akan bertambah.
2. Badan mulai agak keras.
3. Mulai merasa lebih kuat.
4. Badan akan menjadi segar kembali.
Mulailah olahraga latihan beban secara teratur dan terukur.