Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Psikoneuroimunologi

oleh: imron46     Pengarang : IMRON ROSYIDI
ª
 
ada hubungan yang sangat erat antara psikologis, sistem persarafan dan imunitas seseorang, psikologis seseorang ternyata mampu mempengaruhi bagaimana sistem persyarafan bekerja yang jika tidak terkontrol dengan baik justru bisa menyebabkan sakit. selama ini orang selalu menduga bahwa penyakit disebabkan oleh kontak dengan mikroorganisme akibatnya tubuh mengalami penurunan kekebalan tubuh, pendapat ini tidak mutlak benar, karena akhir - akhir ini justru penyakit yang paling sering menyerang adalah kanker yang justru tidak disebabkan oleh mikroorganisme tetapi oleh bahan - bahan karsinogenik yang terkandung dalam rokok, dalam bahan makanan berbahaya maupun dalam polutan. akibat dari kanker adalah perubahan proses pembelahan sel sehingga terjadi hyperplasia atau penambahan jumlah sel yang tidak seimbang dengan mekanisme apoptosis, psikoneuroimunologi mempelajari tentang kaitan antara pikiran, syaraf dengan ketahanan tubuh, harapannya adalah peningkatan sel natural killer sebagai salah satu bagian dari sistem kekebalan akan mampu memusnahkan sel kanker dengan lebih efektif, jika selama ini penanganan kanker dengan kemoterapi maupun dengan terapi radiasi, maka diharapkan jika diketemukan pengaruh psikologis terhadap imunitas maka akan dikembangkan penanganan alternatif kanker dengan bantuan terapi psikologi. system syaraf memiliki neurotransmitter yang memegang peranan penting sebagai operator seluler bagi otak dan sistem persyarafan, ketika operator seluler dilepaskan atau direlease pada saat yang salah yang terjadi adalah tubuh mengalami penyakit. tubuh merelease neurotransmitter dengan memperhatikan keadaan maupun menunggu sinyal yang dikirimkan oleh syaraf perifer. psikoneuroimunologi menjadi dasar pembelajaran bahwa suasana hati (cemas, takut, stres) justru menurunkan imunitas seseorang, bahkan sempat dikembangkan terapi tertawa untuk menaikkan imunitas. kondisi psikologis yang tenang, yang relaksasi justru menyebabkan sistem syaraf merelease endhorpin, delyoson dan berbagai neurotransmitter yang lain yang membawa manfaat pada peningkatan imunitas, peningkatan aktifitas interferon dan makrofag, kelak jika psikoneuroimunologi ini sudah berkembang sangat pesat maka akan dibuka, klinik terapi musik, klinik meditasi, klinik yoga, klinik terapi humor, pengobatan di ruang yang terkesan memberi ketenangan.
Diterbitkan di: 14 April, 2008   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.