Halaman Utama Shvoong > Kedokteran & Kesehatan > Mengoptimalkan Perkembangan Motor Bayi 0-12 Bulan

.

Mengoptimalkan Perkembangan Motor Bayi 0-12 Bulan

Summary rating: 2 stars 3 Tinjauan
Pengarang : NN
Ringkasan oleh : fitria
Kunjungan : 245  kata: 300   Diterbitkan di: April 06, 2008




Tumbuh kembang seorang
anak di tahun pertamanya
memang sangat menakjubkan. Bayangkan saja, dari seorang bayi yg tak berdaya
ketika lahir, ia akan memiliki sejumlah
kepandaian yg mempesonakan kita, kedua orang tuanya.

 

Awalnya, tubuh bayinya
yg mungil memang hanya mampu menggerakkan
kepala, tangan dan kakinya. Pada saat ini, refleks tubuhnyalah yg bekerja sempurna. Ya,
perkembangan bayi memang diawali dengan gerakan refleks, yaitu gerakan-gerakan yg terjadi
secara otomatis, tanpa disadari.

 

Seiring dengan
menghilangnya kemampuan refleks bayi, secara bertahapa kemampuan motoriknya berkembang. Ia tidak saja
mampu mengangkat kepala dan memabalikkan tubuhnya, tetapi juga mencoba
merangkak. Lalu dengan bertambhanya usia, si kecil kemudian akan mampu duduk,
merangkak, berdiri, lalu..berjalan !

 

Nah, agar ketrampilan
motorik bayi tumbuh dan berkembang optimal, sebagai orang tua kita perlu memahami tahap-tahap
perkembangannya dan memberikan stimuli atau rangsangan yg tepat sesuai
tahap perkembangannya tersebut. Dengan semikian, bila terjadi keterlambatan
atau gangguan pada ketrampilan
motorik si kecil, bisa segera terdeteksi dan dikoreksi.

 

 

Tahap-tahap
Perkembangan Motor

 

Pada dasarnya, yg
dimaksud dengan perkembangan motorik adalah proses tumbuh kembang kemampuan
gerak seorang anak. Secara umum, perkembangan motor dibagi menjadi dua yaitu motor
kasar dan motor halus.

 

Motor kasar adalah
bagian dari aktivitas motor yg melibatkan ketrampilanotot-otot besar.
Gerakan-gerakan seperti tengkurap, duduk, merangkak, dan mengangkat leher
adalah bagian dari aktivitas motor kasar. Gerakan inilah yg pertama terjadi
pada tahun pertama usia anak.

 

Sedangkan motor halus
merupakan aktivitas ketrampilan yg melibatkan gerakan otot-oto kecil.
Menggambar, meronce manik-manik, menulis dan makan adalah contoh beberapa
gerakan motor halus. Kemampuan motor halus ini berkembang setelah kemampuan
motor kasar si kecil berkembang optimal.



 Yang perlu diingat,
sebagai makhluk kecil yg “tak berdaya”, bayi sangat tergantung kepada orang
lain. Karena itu, dalam perkembangan motor kasarnya, si kecil sangat memerlukan
bantuan orang lain, khususnya kedua orang tuanya.



Abstrak lain tentang Mengoptimalkan Perkembangan Motor Bayi 0-12 Bulan
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Tambahkan komentar Anda Tidak ada komentar

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------