KANKER leher
rahim merupakan
jenis penyakit kanker paling banyak kedua
di dunia yang diderita wanita di atas
usia 15 tahun. Sekitar 500.000 wanita di seluruh dunia didiagnosa menderita
kanker leher rahim
dan rata-rata 270.000 meninggal tiap tahunnya.Untuk
Indonesia, kanker leher rahim atau yang juga disebut kanker serviks merupakan
jenis kanker paling banyak yang terjadi pada perempuan. Tanpa memandang usia
dan latar belakang, setiap perempuan beresiko terkena penyakit yang disebabkan
virus Human Papilloma (HPV)
ini. Bahkan kanker ini sering menjangkiti dan
membunuh wanita usia produktif (30 sampai 50 tahun.Melihat tingginya faktor
risiko penderita penyakit ini, sudah seharusnya kaum perempuan melakukan screening
atau deteksi dini.
Salah satu
metode pendeteksian dini terhadap kanker serviks tersebut yakni
metode Inspeksi Visual
dengan Asam Asetat (IVA). Metode ini tergolong
sederhana, nyaman dan praktis. Dengan mengoleskan asam cuka (asam asetat) pada
leher rahim dan melihat reaksi perubahan, prakanker dapat dideteksi. Biaya yang
dikeluarkan pun juga murah, hanya sekitar Rp5000.
Selain prosedurnya tidak rumit, pendeteksian dini
ini tidak memerlukan persiapan khusus dan juga tidak akan menyakitkan pasien.
Letak kepraktisan penggunaan metode ini yakni dapat dilakukan di mana saja, dan
tidak memerlukan sarana khusus.
"Cukup bed sederhana yang representatif. Ini mudah dilakukan bidan atau
perawat yang terlatih," ujar Laila Nuranna, Koordinator Program Deteksi
Dini Kanker Rahim di Kantor Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, Jumat (14/3)
saat menghadiri acara peluncuran program tersebut.Saat ini, bekerja sama dengan
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Leiden University Medical Center,
The Netherland, Yayasan Kanker Indonesia DKI Jakarta mencanangkan program
deteksi dini kanker rahim dengan metode IVA.
Wilayah yang menjadi pilot project screening kanker serviks
tersebut yakni Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, yang merupakan salah satu
wilayah terpadat di Jakarta.Tempat melakukan deteksi dini menggunakan metode
IVA di wilayah Kecamatan Johar Baru dan juga Jakarta Pusat saat ini terdapat
pada Puskesmas Pulogundul, Puskesmas Johar Baru 1, Puskesmas Johar Baru 2,
Puskesmas Johar Baru 3, Puskesmas Galur, Puskesmas Kampung Rawa, Puskesmas
Tanah Tinggi, dan Rumah Bersalin Panti Astuti.
Laila Nuranna mengatakan kegiatan pendeteksian tersebut diharapkan selanjutnya
dapat menyebar ke seluruh wilayah Jakarta
dan ke seluruh Indonesia.
"Kami harap akan melibatkan banyak pihak, lebih banyak masyarakat yang
memahami bahaya kanker leher rahim serta mengetahui dan melaksanakan upaya
pencegahan," ujar Laila. Pasien yang hasil pemeriksaannya menunjukkan
keadaan abnormal, jelas Laila, akan dilakukan pengobatan dengan metode krioterapi
yaitu sebuah tindakan medis dengan cara mendinginkan bagian yang sakit sampai
dengan suhu di bawah nol derajat selsius. Metode ini disebut juga terapi gas
dingin.
Abstrak lain tentang IVA, Cara Praktis Deteksi Kanker Leher Rahim