Berbagai
bentuk produk makanan
pendamping ASI (MPASI)
dapat dijumpai dipasaran. Umumnya dalam bentuk bubuk atau serpihan
(flake) yang direhidrasi/dimasak menjadi bentuk bubur pada saat akan dikonsumsi
dan bentuk biskuit atau cookies.
MPASI tidak dimaksudkan untuk menggantikan ASI. Jika memungkinkan, ASI justru harus diberikan
selama mungkin karena mengandung zat-zat gizi bermutu tinggi dan penting bagi bayi dan juga berperan untuk
menjamin kontak batin ibu dan bayi.
Tetapi, setelah bayi berusia 6 bulan, kebutuhan gizinya menjadi lebih
besar dan MPASI bermanfaat untuk mencukupi gizi bayi. Selain itu, pemberian MPASI akan membantu
bayi untuk memperluas jangkauan cecap mereka.
MPASI harus memenuhi persyaratan
sebagai berikut: bergizi tinggi, dapat diterima oleh bayi dan
ibunya, tidak membahayakan bayi, ringkas, awet dan mudah disediakan dan
sebaiknya dapat diproduksi lokal
Untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi, maka MPASI harus padat energi dan padat
gizi (sedapat mungkin memenuhi kebutuhan energi dan gizi bayi). Produk hendaknya memiliki kandungan kalori
tinggi, lemak sedang, protein sedang, vitamin dan mineral cukup dan kandungan serat
rendah. MPASI tidak boleh bersifat kamba
(bulky) karena akan cepat memberi rasa kenyang.
Komposisi gizi produk MPASI menurut Codex (1991)
adalah energi minimum 400
kkal/100 gram, protein 15 g/100gram dengan skor asam amino 70% kasein, lemak 10
– 25 g/100g, asam linoleat 1.4 g/100g, serat kasar maksimum 5 g/100g, vitamin
dan mineral yang ditambahkan antara lain vitamin A, D, E, C, B1, B2, niasin,
B6, folat, B12, mineral Ca, Fe, iodin dan Zn.
Bahan baku yang dapat digunakan untuk pembuatan
produk MPASI adalah serealia (contohnya beras, jagung, gandum, dan sorgum)
sebagai sumber karbohidrat dan kacang-kacangan (kedelai, kacang hijau, merah,
kapri dan lain-lain) sebagai sumber protein.
Bahan lainnya yang digunakan adalah produk susu, minyak/lemak, gula,
bahan perisa (flavoring)
Hal yang penting diperhatikan
dalam pengolahan MPASI adalah konsumen produk ini adalah bayi, yang rentan
terhadap penyakit atau keracunan.
Sehingga, proses pengolahan
MPASI haruslah menerapkan aspek GMP (Good Manufacturing Practices)
sebagai jaminan mutu dan keamanan produk, menginaktivasi mikroba kontaminan
terutama patogen, menginaktivasi komponen anti-nutrisi dan meningkatkan daya
cerna zat gizi.
Abstrak lain tentang Prinsip Proses Pembuatan Makanan Pendamping ASI