Kemasan Pangan
Summary rating: 3 stars
5 Tinjauan
Kunjungan:
88
kata:
300
Diterbitkan di: Maret 27, 2008
Kemasan adalah wadah (pembungkus) yang dapat membantu mencegah atau mengurangi
terjadinya kerusakan pada bahan yang dikemas.
Saat ini, ada banyak jenis bahan yang digunakan untuk mengemas makanan diantaranya
adalah berbagai jenis plastik, kertas, fibreboard,
gelas, tinplate dan aluminium.
Intensitas penggunaan plastik sebagai kemasan pangan makin meningkat. Hal ini disebabkan oleh banyaknya keunggulan
plastik dibandingkan bahan kemasan yang lain. Plastik jauh lebih ringan dibandingkan gelas
atau logam dan tidak mudah pecah. Bahan ini bisa dibentuk lembaran sehingga
dapat dibuat kantong atau dibuat kaku sehingga bisa dibentuk sesuai desain dan
ukuran yang diinginkan.
Sebagian besar produk pangan berinteraksi dengan kemasannya pada intensitas
yang berbeda. Migrasi atau perpindahan
bahan kimia baik dari monomer, polimer atau aditif kemasan, merupakan salah
satu mekanisme yang digunakan untuk menjelaskan interaksi antara kemasan dengan
produk terkemas. Faktor-faktor yang
mempengaruhi migrasi komponen kemasan kedalam produk adalah jenis dan
konsentrasi komponen kemasan, karakteristik pangan yang dikemas serta suhu,
waktu penyimpanan dan parameter lingkungan lainnya. Kualitas bahan kemasan juga berpengaruh terhadap migrasi.
Terjadinya migrasi komponen kemasan ke dalam produk terkemas akan menjadi
masalah jika komponen tersebut membahayakan kesehatan konsumen. Beberapa kejadian migrasi komponen kemasan ke
dalam produk mungkin tidak membahayakan kesehatan konsumen tetapi menyebabkan
efek negatif pada produk seperti terjadinya penyimpangan bau dan rasa. Hal ini dapat menurunkan penerimaan konsumen
terhadap produk.