Halaman Utama Shvoong > Kedokteran & Kesehatan > Peran Asam Butirat Dalam Menekan Resiko Kanker Kolorektal

.

Peran Asam Butirat Dalam Menekan Resiko Kanker Kolorektal

Summary rating: 2 stars 3 Tinjauan
Pengarang : Elvira Syamsir
Ringkasan oleh : anin
Kunjungan : 114  kata: 600   Diterbitkan di: Maret 17, 2008
            Kolon (usus besar) merupakan bagian akhir dari
saluran pencernaan yang terletak setelah usus halus, terdiri dari kolon sebelah
kanan (kolon asenden), kolon sebelah tengah atas (kolon transversum)
dan kolon sebelah kiri (kolon desenden). Rektum merupakan saluran
diatas dubur. Bagian kolon yang berhubungan dengan usus halus disebut caecum,
sedangkan bagian kolon yang berhubungan dengan rektum disebut kolon sigmoid.            Kolon
berbentuk sebuah tabung (lumen) yang dilapisi oleh sel-sel khusus yang disebut
sel-sel epitel kolonik.  Sel-sel ini
selalu membelah diri secara teratur, dan kanker kolon mungkin terjadi jika
proses pembelahan sel-sel epithelial mengalami penyimpangan.  Kanker yang menyerang kolon disebut kanker
kolon dan kanker yang menyerang rectum disebut kanker rectum (rectal).  Kanker yang menyerang kedua bagian ini
disebut kanker kolorektal.  
Seperti
kanker lainnya, kanker kolorektal tumbuh relatif cepat, dapat menyusup (infiltrasi)
dan merusak jaringan disekitarnya serta menyebar (metastasis) ke organ yang lebih
jauh dari tempat asal tumbuhnya melalui kelenjar getah bening maupun pembuluh
darah.  Penanganan yang tidak tepat pada
akhirnya akan menyebabkan kematian.
Di
Amerika Serikat, kanker kolorektal menempati urutan ke-4 dari kanker yang
paling sering menyerang pria setelah kanker kulit, prostat dan paru-paru.  Pada wanita, kanker kolorektal juga menempati
urutan ke-4 setelah kanker kulit, payudara dan kanker paru-paru (National
Cancer Institute – NCI, 2006).
Fermentasi
prebiotik oleh mikroflora di dalam saluran pencernaan akan menghasilkan
berbagai komponen yang bermanfaat terhadap kesehatan inangnya.  Salah satu dari komponen tersebut adalah asam
butirat, yang masuk dalam kelompok asam lemak rantai pendek (short chain fatty acid – SCFA).  Butirat menunjukan kemampuan untuk menghambat
pertumbuhan kanker kolorektal.  Beberapa
penelitian menyebutkan bahwa butirat dapat menghambat pertumbuhan sel-sel
kanker kolorektal dengan cara menghambat proliferasi sel, serta meningkatkan
kemampuan diferensiasi dan apoptosis sel.
Jenis karbohidrat akan mempengaruhi jumlah
produksi SCFA.  Secara in vitro diketahui
bahwa peningkatan konsumsi pangan kaya serat seperti fraksi kulit atau sekam
(bran) dari gandum, oat, barley, jagung dan beras, serat kedelai ekstrak
sayuran, dan serat pea akan meningkatkan produksi SCFA pada fekal manusia.  Kemampuan fermentasi (tingkat dan kecepatan
fermentasi karbohidrat  sangat
beragam).  Sebagai contoh, pektin
dilaporkan tingkat fermentasi pektin mencapai 97% sementara tingkat fermentasi
selulosa dan kulit (sekam, bran) maizena hanya 6-7%.  Komponen wheat bran yang terfermentasi kurang
dari 50%, sementara psyllium berkisar antara 20 – 50% dan oat bran mencapai
96%.
            Makin besar (sempurna) tingkat fermentasi dari suatu polisakarida, maka
jumlah SCFA yang dihasilkan akan semakin besar. 
Inkubasi fluida yang mengandung 30 mg glukosa, pectin dan selulosa/ml
akan menghasilkan total SCFA berturut-turut sebesar 220, 172, dan 23 mmol/l.  Selain itu, tingkat fermentasi yang tinggi biasanya
memiliki waktu fermentasi yang lebih cepat.         


Abstrak lain tentang Peran Asam Butirat Dalam Menekan Resiko Kanker Kolorektal
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Tambahkan komentar Anda Tidak ada komentar

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------