orang tua perokok mengakibatkan bayi menjadi perokok pasif
Summary rating: 5 stars
9 Tinjauan
Kunjungan:
67
kata:
300
Diterbitkan di: Maret 08, 2008
Bayi-bayi yang terlahir dari orang tua perokok di dalam air seninya
(urin) ditemukan produk samping nicotine, cotinine, yang besarnya lima
kali lipat dibandingkan dengan bayi-bayi terlahir dari orang tua bukan
perokok, demikian laporan para ilmuwan di Inggris.
Cotinine dapat membahayakan jantung dan pembuluh darah dengan
meningkatkan tekanan darah, kata Dr.M P.Wailoo dari University of
Leicester, Inggris yang terlibat aktif dalam penelitian tersebut kepada
Reuters.
Senyawa tersebut merupakan salah satu produk sampingan nicotine yang
amat berbahaya yang ditemukan dalam darah perokok atau keturunannya
pada usia sangat dini, di mana mereka belum siap untuk menerima
perawatan detoksifikasi dengan menggunakan sejumlah peralatan.
Wailoo dan rekan-rekannya mengukur jumlah cotinine di dalam air seni 71
bayi dengan orang tua perokok dan 33 bayi dari orang tua yang bukan
perokok pada saat usia bayi-bayi tersebut sekitar 10 hingga 12 pekan.
Rata-rata kandungan cotinine mencapai 5,58 kali lebih tinggi ditemukan
pada bayi yang salah satu orang tuanya perokok dibandingkan dengan
bayi-bayi yang orang tuanya bukan perokok, kata Wailoo, dan sejawatnya
yang mengirimkan artikelnya ke arsip penyakit anak (Archives of disease
in Childhood).
Memiliki ibu yang perokok merupakan faktor penentu utama bayi memiliki
kandungan senyawa cotinine yang tinggi dalam air seninya yang dapat
meningkatkan empat kali lipat, demikian temuan mereka.
Sementara itu, bayi yang ayahnya perokok meningkatkan kandungan senyawa
cotinine dalam air seninya menjadi dua kali lipat.
Para peneliti juga menemukan bahwa bayi yang tidur satu tempat tidur
dengan orang tua yang perokok cenderung memiliki kandungan cotinine
yang lebih tinggi .
Selain itu, mereka menemukan, tingkat cotinine umumnya lebih tinggi
pada saat cuaca lebih dingin, di mana para orang tua kemungkinan lebih
besar merokok di luar ruangan.
Hasil temuan tersebut memperlihatkan kecenderungan bayi untuk menjadi
perokok pasif kelas berat dari orang tua yang perokok.