Buku yang sangat memukau saya karena menyajikan banyak informasi
mengejutkan
tentang vaksinasi yang tidak pernah ditemukan di media
informasi apapun.
Selama ini setiap informasi yang
kita terima mengenai vaksinasi
adalah suatu hal yang harus dilakukan
dan memiliki dampak nol persen
terhadap kesehatan manusia.
Padahal sebagaimana tertulis dalam lembaran pertama buku ini
disebutkan sebagai berikut, “Dalam hal vaksinasi
anak, mencegah mungkin
tidak lebih baik daripada menyembuhkan”.
Ditutup dengan kalimat berikutnya, “Jangan ambil resiko untuk
kesehatan anak Anda! Pelajari lebih lanjut tentang vaksinasi yang ada
pada masa kini dengan… ORANG TUA HARUS TENTANG VAKSINASI ANAK”.
Mengapa hal tersebut menjadi penting?
Karena sebagai orang tua, tentunya kita mengharapkan hal terbaik
yang dapat kita berikan kepada seluruh anak kita. Hal tersebut hanya
dapat diwujudkan jika dan hanya jika kita memiliki informasi yang
memadai mengenai apapun yang ingin kita persembahkan kepada mereka.
Fakta-fakta mengejutkan tentang kandungan merkuri yang digunakan
dalam sebagian besar vaksin anak saat ini baru salah satu contoh
mengerikan tentang vaksin yang harus Anda ketahui.
Berikut ini adalah beberapa hal yang mungkin tidak Anda ketahui tentang vaksin:
Beberapa vaksin mengandung racun seperti air raksa (merkuri), almunium dan formalinDi tahun 1998, Pemerintah Perancis menghentikan program vaksinasi
berbasis sekolah yang memberikan vaksin Hepatitis B kepada anak-anak
usia sekolah karena
kasus multiple-sklerosis telah dikaitkan dengan
Vaksin tersebut dan lebih dari 600 kasus imunitas dan persyarafan telah
dilaporkan.Beberapa vaksin dibuat menggunakan bahan yang berasal dari jaringan manusia dari janin yang digugurkan.Kebanyakan negara mewajibkan bahwa saat anak berusia 5 tahun, ia sudah harus menerima 33 dosis dari 10 vaksin.Para dokter hanya melaporkan kurang dari 10 persen kejadian buruk yang berkaitan dengan vaksinasi dan/atau sesudah vaksinasi.
Selain itu salah satu isu keamanan yang menurut buku ini sering diabaikan adalah bahan-bahan tambahan yang terdapat dalam vaksin. Belum lagi fakta-fakta yang disajikan dalam buku ini yang
mengkaitkan vaksinasi yang berbahaya dengan meningkatnya kasus-kasus
autisme saat ini.
Dimana kasus autisme ini ternyata memiliki kemiripan dengan gejala-gejala keracunan merkuri yang banyak digunakan dalam vaksin.
Hal yang menarik lainnya untuk kita di Indonesia yang sedang
gencar-gencarnya melakukan vaksinasi polio melalui mulut (oral/dimakan)
adalah fakta bahwa sejak tahun 2000 Sentra Pengendalian Penyakit
Amerika Serikat sudah menghentikan vaksin oral dan digantikan dengan
suntikan.
Mengapa? Karena vaksinasi polio oral terbukti menimbulkan sampai 10
kasus polio per tahun dan dituding menyebabkan gangguan serius pada
sistem pencernaan terutama penyumbatan usus!
Lantas mengapa informasi-informasi tersebut cenderung tidak pernah terpublikasikan secara luas?
Resensi lain tentang Yang Orangtua Harus Tahu tentang Vaksinasi pada Anak