Wanita
hamil sebaiknya
menghindari minuman kopi atau berkafein karena berdasarkan
hasil penelitian terbaru konsumsi
kafein dapat memperbesar risiko mengalami
keguguran. Hasil riset terbaru yang dipublikasikan American
Journal of Obstetrics and Gynaecology mengungkapkan bahwa konsumsi
kopi - bahkan dalam tingkat moderat di awal
masa kehamilan -
dapat meningkatkan kemungkinan keguguran. Food Standards Agency sebenarnya
telah memberi batas maksimal untuk konsumsi kafein selama hamil yakni
sekitar 300mg atau setara dengan empat cangkir kecil
kopi setiap hari. Namun dari penelitian terungkap
fakta bahwa
Wanita hamil yang mengonsumsi lebih dari
200mg kafein setiap hari mengalami
peningkatan risiko hingga dua kali lipat ketimbang yang tidak
mengonsumsinya.
Sejauh ini, ada tiga faktor risiko yang dikenal dapat memicu terjadinya keguguran seperti usia
saat kehamilan, sejarah mengalami keguguran, serta
infertilittas. Namun penyebab utama keguguran belum sepenuhnya dapat
dipahami oleh para ahli kesehatan. Kafein sendiri merupakan
faktor risiko yang kerap diperdebatkan, tetapi sejumlah penelitian menunjukkan
hasil yang bertolak belakang. Menurut peneliti, asupan
kafeine dapat melewati plasenta hingga
masuk kandungan. Namun belum jelas bagaimana kafein dapat
mempengaruhi pertumbuhan bayi.
Para ahli mengatakan bahwa mereka siap mereview kembali riset
ini jika ada saran untuk mengubahnya. Namun Pat O''Brien,
konsultan kebidanan dan jurubicara Royal College of Obstetricians and
Gynaecologists, mengatakan munculnya temuan ini membuat
pihaknya harus menyarankan para wanita hamil untuk
menghindari kafein dalam 12 minggu pertama kehamilan. Ia
menambahkan, sebagian besar wanita di awal masa kehamilan juga
sebaiknya menghindari minuman-minuman beraroma kafein
dan seringkali memang sulit untuk membuat mereka pantang
menikmatinya. Namun begitu,O''Brien mengakui pula bahwa hingga
saat ini belum jelas apakah wanita hamil wajib menghindari kafein pada
masa-masa hamil tua.
Abstrak lain tentang Kafein Perbesar Risiko Keguguran