Penelitian terbaru yang dipublikasikan di American Association for
Cancer Research’s Sixth Annual International Conference on Frontiers di
Cancer Prevention, Philadelphia Amerika Serikat menyebutkan, bahwa buah beri
hitam
dan brokoli muda serta beberapa sayuran segar dapat mengurangi risiko
kanker esophagus dan saluran empedu. Sayur dan buah telah lama diketahui mampu
mengurangi risiko munculnya kanker tertentu. Berdasar riset sebelumnya,
American Cancer Society merekomendasikan agar kita mengonsumsi lima
jenis buah dan sayur setiap hari.
Dalam penelitian awal, para peneliti dari Ohio
State University
menemukan, beri hitam melindungi kita dari kanker esophagus dengan cara
mengurangi proses stres oksidatif yang dihasilkan oleh Barret esophagus, sebuah
kondisi pra kanker yang biasa disebut penyakit gastroesopagus refluks.
Esophagus merupakan terowongan panjang yang menghubungkan kerongkongan dengan
perut. Penyakit refluks menyebabkan asam perut secara terus menerus melonjak ke
atas ke arah kerongkongan. Dan menyebabkan rasa panas di mulut.
Tim peneliti ini memberi 32 sampai 45 gram beri hitam setiap hari selama
enam bulan kepada 20 pasien penderita esophagus Barret. Mereka menganalisa
perubahan dalam darah, urin, dan jaringan sebelum, selama, dan setelah
perawatan dan menemukan kadar penanda adanya stres oksidatif yang lebih rendah
baik pada urin maupun contoh jaringan. Sementara itu, penelitian yang dilakukan
di Roswell Park Cancer Institute di Buffalo, New York,
Amerika Serikat menemukan bahwa brokoli dan beberapa sayuran segar dapat
digunakan untuk melawan kanker
kandung kemih. Dengan menggunakan tikus, tim
yang diketuai Dr. Yuesheng Zhang, professor ahli kanker ini mendemonstrasikan
bahwa ekstrak brokoli dapat mengngari munculnya kanker kandung kemih sampai 70
persen.
“Penelitian kami yang terkini menunjukkan bahwa ekstrak brokoli dapat
menghambat berkembangnya kanker kandung kemih. Kami belum tahu, apakah ekstrak
yang sama dapat menghambat kanker kandung kemih bila sudah tumbuh,” ujar Zhang
yang juga mengungkapkan bahwa kandungan sulforaphane pada brokoli inilah yang
mampu mencegah kanker.
Tim kedua pada institute yang sama menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi
tiga porsi atau lebih sayuran
mentah segar setiap bulan mengurangi risiko
terkena kanker kandung kemih sebanyak 40 persen. Sayuran segar ini antara lain
brokoli, kobis, dan bunga kol. Tim ini menganalisa kebiasaan diet pada 275
orang yang menderita kanker kandung kemih tahap awal dan 825 orang yang sehat. Para
peneliti ini secara khusus menanyai seberapa banyak orang-orang ini mengonsumsi
sayuran matang dan mentah yang mereka konsumsi sebelum terdiagnosis penyakit
dan apakah mereka merokok.
Analisa ini menunjukkan bahwa makin mentah dan segar sayuran yang
dikonsumsi, makin rendah risiko orang-orang ini menderita kanker kandung kemih.
Sebagai perbandingan pada perokok dan mereka yang hanya mengonsumsi sayuran
mentah kurang tiga porsi setiap hari, mereka yang bukan perokok dan mengonsumsi
tiga porsi sayur mentah setiap hari, 73 persen lebih rendah risikonya menderita
kanker kandung kemih. “Ini juga menegaskan bahwa ada banyak ragam komponen
dalam sayur dan buah yang bermanfaat menurunkan risiko kanker. Riset seperti
ini membantu membantu kita memahami pengaruh nutrisi spesifik untuk tipe kanker
tertentu,” jelas Colleen Doyle, Direktur Gisi dan Aktivitas Fisik pada American
Cancer Society.
Abstrak lain tentang Sayur Mentah Bisa Menangkal Kanker