Pada artikel sebelumnya disebutkan, wanita
seringkali memalsukan orgasmenya,
dan pasangan kerap tidak menyadari hal
tersebut. Ini disebabkan karena banyak
orang yang belum tahu ciri serta
definisi dari
orgasme itu sendiri. Orgasme bukan hanya meliputi kepuasan fisik
namun juga batin, termasuk kepuasan emosional. Orgasme bukan hanya masalah
kuantitas, namun kualitas suatu hubungan.
Yang terjadi dalam tubuh ketika orgasme adalah sebagai berikut.
1. Detak jantung semakin cepat, dan aliran darah dalam tubuh semakin cepat.
2. Hormon-hormon seperti endorpin dan oksitosin akan diproduksi secara
besar-besaran.
Hormon itulah yang akan menimbulkan perasaan senang di setiap
orang.
3. Aliran darah yang kencang terpompa ke daerah
alat kelamin, yang kemudian
membuat otot-otot di sekitar alat
kelamin mengencang.
4. Akan ada kontraksi di daerah alat kelamin sebanyak 5-15 kali dalam jeda
waktu 0,8 detik tiap-tiap kontraksinya. Momen itulah yang disebut orgasme.
Sayangnya kebanyakan orang menjadikan orgasme sebagai tujuan seksnya. Padahal
sebuah hubungan
seksual memiliki banyak arti yang lain. Hubungan seksual
menimbulkan sensasi dan getaran yang luar biasa, menimbulkan perasaan saling
mencintai, memiliki dengan pasangan. Selain itu hubungan seksual dapat
bertujuan untuk meneruskan keturunan. Jika secara fisik seseorang merasa tidak
mampu memuaskan pasangan. Hal yang harus dilakukan adalah menciptakan atmosfer
yang menyenangkan, aman, nyaman, dan saling sayang. Hal itu akan dapat
meningkatkan kualitas hubungan.
Yang paling penting, orgasme tidak melulu harus dikaitkan dengan alat kelamin
seperti yang selama ini dibicarakan. Sebagian orang merasa mengalami orgasme
tanpa harus disentuh alat kelaminnya.
Abstrak lain tentang Orgasme Yang Sebenarnya