Disentri, penyakit yang umum diderita masyarakat di Indonesia. Berasal dari bahasa Yunani, yaitu dys yang berarti gangguan
dan enteron yang berarti usus. Jadi
Disentri berarti gangguan berupa radang pada usus yang menyebabkan tinja (feces) bercampur
lendir dan
darah. Umumnya disentri dibagi menjadi 2 macam, yaitu disentri amuba (amoebic dysentery) dan disentri basiler.
Disentri amuba disebabkan infeksi parasit entamoeba histolytica dalam sistem pencernaan. Gejala yang muncul yaitu
diare yang disertai tinja bercampur lendir dan darah, frekuensi buang air besar yang tinggi (hingga 10 x per hari) dan sakit perut yang hebat (kolik).
Disentri basiler disebabkan infeksi dari bakteri golongan Shigella, gejala yang muncul yaitu demam,mual,muntah – muntah, diare,tidak nafsu makan, serta perut terasa nyeri dan mengejang. Jika tidak segera diatasi akan terjadi diare sangat hebat ( 1 hari bisa mencapai 20 – 30 kali buang air besar yang disertai lendir dan darah).
Obat herbal yang dapat dijadikan obat – obatan tradisional adalah patikan kebo (euphorbia hirta), daun jambu biji, kunyit, sambiloto (andrographis paniculata), krokot (portulaca oleracea), kulit delima, teh dan daun
sendok.
Sebagian dari obat tersebut dapat memiliki efek sebagai adstringent (pengelat) sehingga dapat mengerutkan selaput lendir usus, mengurangi pengeluaran cairan diare, serta efek antiradang dan antibakteri.
Untuk mencegah terjadinya dehidrasi dapat diatasi dengan pemberian cairan elektrolit (oralit) atau membuat campuran 1 sendok teh gula + ¼ sendok teh garam dilarutkan dengan 200 cc air hangat atau minum air kelapa.
Abstrak lain tentang Khasiat obat herbal untuk penyakit disentri