Learn
CPR: It’s your turn to save people!
Who need Superman when we can do
CPR?
Tidak ada maksud untuk menakut-nakuti,
namun kecelakaan dapat terjadi dimana saja, kapan saja
dan dapat menimpa siapa
saja, walaupun orang tersebut kelihatan baik-baik saja pada awalnya. Untuk itu
sebaiknya kita membekali diri
dengan dasar-dasar pertolongan pertama untuk
segala situasi. Siapa yang butuh Superman kalau ada seseorang yang terkena
serangan jantung, sementara kita bisa melakukan CPR? Atau… bagaimana jika
Superman sendiri malah terkena serangan jantung? (hehehe, sorry Mr. Kent…) J
Why
CPR?
Cardiopulmonary Resuscitation (CPR)
mungkin merupakan dasar yang paling penting bagi pertolongan pertama untuk
keselamatan jiwa seseorang. Pasalnya, banyak kasus kecelakaan yang membahayakan
jiwa membutuhkan CPR sebagai permulaan usaha penyelamatannya. Kasus-kasus berbahaya
seperti serangan jantung, pingsan,
Atau tenggelam, yang dapat menyebabkan
terganggunya atau berhentinya
nafas dan detak jantung seseorang, sangat
memerlukan CPR.
Prinsip utama CPR adalah untuk
melancarkan peredaran darah yang mengandung oksigen agar dapat mengalir menuju
otak dan organ vital lainnya sementara menunggu
bantuan medis yang lebih
profesional untuk mengembalikan kondisi detak jantung normal pada korban.
Karena bila jantung berhenti berdetak, darah yang membawa oksigen akan berhenti
sehingga menyebabkan kerusakan otak yang tidak dapat diperbaiki lagi. Dan itu dapat
terjadi hanya dalam beberapa menit. Untuk mengakibatkan kematian, hanya
diperlukan sekitar 8-10 menit. Apalagi jika kondisi
korban dalam keadaan tidak
bernafas.
How?
Pertama, pastikan apakah korban sadar atau tidak. Jika tidak,
tepuk atau guncangkan badannya sambil menanyakan keadaannya dengan suara
keras. Jika tidak ada respon,
segera hubungi nomor darurat untuk pertolongan medis, atau mintalah
bantuan orang lain untuk melakukannya. Bila terjadi pada anak-anak atau
bayi, lakukan pertolongan sesegera mungkin terlebih dulu selama sekitar 2
menit, lalu hubungi gawat darurat. Atau minta seseorang untuk menghubungi
bantuan sementara Anda segera melakukan usaha penyelamatan tersebut.
Pada
bayi,
jangan mengguncangkannya. Tepuk dengan pelan atau belailah bayi tersebut untuk
melihat responnya.
Kedua, “Remember the ABCs” atau Ingatlah ABC:
ü A à Airway = Saluran Udara
ü B à Breath = Nafas
ü C à Circulation = Sirkulasi darah
AIRWAYS
= Bersihkan saluran udara
1. Tempatkan korban
di permukaan yang datar dan keras.
2. Berlutut di
samping korban, buka saluran udara korban dengan memiringkan kepalanya
ke atas.
Cara: tekan dahi korban, lalu perlahan, naikkan dagunya ke atas sehingga posisi
kepala miring dan saluran nafasnya terbuka.
3. Pastikan tidak
ada benda apapun yang menghalangi saluran udaranya. Jika ada, usahakan untuk
menyingkirkan dulu benda/makanan tersebut.
4. Periksa nafasnya,
kurang lebih 10 detik. Perhatikan gerakan dadanya, dengar dan rasakan nafas
dari hidungnya melalui pipi atau telinga Anda. Bila nafas korban tidak normal,
berhenti atau putus-putus, segera berikan bantuan pernafasan. >> Lanjut ke ‘B’
BREATH = Beri
nafas bantuan
1.
a. Mulut ke mulut
> Jepit hidung
korban
b.
Mulut ke hidung (bila mulut korban
terluka) > Tutup
mulut korban
Untuk Bayi, gunakan mulut Anda untuk menutup kedua hidung dan
mulut si bayi.
2.
Berikan nafas bantuan pertama, sekitar sedetik, perhatikan apakah dadanya
naik/mengembang. Jika ada, lakukan lagi. Jika belum naik, ulangi langkah
memiringkan kepalanya dengan benar sekali lagi, lalu berikan lagi bantuan
pernafasan.
Pada anak-anak, berikan nafas bantuan yang lebih
lembut/hati-hati.
Pada bayi, gunakan dorongan udara perlahan
menggunakan pipi Anda untuk memberi nafas bantuan. Jangan gunakan hembusan kuat yang berasal dari paru-paru.
3.
Lakukan penekanan pada dada. >> Lanjut
ke ‘C’
CIRCULATION =
Kembalikan sirkulasi darah
1.
Letakkan pangkal telapak tangan yang satu ke pertengahan dada korban,
segaris dengan kedua putingnya. Letakkan tangan yang sebelah lagi di atas
tangan tersebut. Pastikan kedua siku lurus dan posisi pundak tepat di atas
kedua tangan Anda.
2. Gunakan berat
badan tubuh bagian atas Anda (bukan hanya kekuatan tangan) untuk menekan lurus
ke bawah sekitar 1 ½ - 2 inci, dengan keras dan cepat. Sekitar 2tekanan/detik
atau 100 tekanan/menit. Lakukan 30 kali tekanan, lalu diikuti dengan dua kali
hembusan nafas, berulang-ulang.
Perhatian: Pada
anak-anak, gunakan hanya tenaga satu tangan untuk menekan.
Pada bayi, cukup gunakan kedua jari tangan untuk
menekan dengan lembut tepat di bawah garis penghubung kedua puting bayi, yaitu
di tengah-tengah dada, dan tekan sekitar 1/3 dari kedalaman dadanya. Tekanlah
dengan cepat sambil menghitung, dengan kecepatan sekitar 100 kali/menit.
3. Lakukan terus CPR
sampai ada tanda-tanda gerakan dari korban atau sampai bantuan tiba. (lc)
Abstrak lain tentang Learn CPR: It’s your turn to save people!