Ungkapan yang mengatakan stress dapat membuat gemuk ternyata benar adanya. Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal
Nature Medicine, hormone yang dikeluarkan tubuh ketika stress
dapat menjadi penyebab utama obesitas (kegemukan).
Penyebabnya adalah, hormone stress ini mengaktifkan gen di dalam sel-sel lemak yang lalu membuatnya memperbanyak diri dan berkembang.
Para ahli menemukan, pada tikus yang sedang stress, lemak
meningkat 2 kali lipat disbanding tikus yang tidak stress, kendatipun mendapatkan kalori yang sama. Ketika gen itu dihambat atau dihilangkan, berat badan pada tikus yang stress tidak naik.
Langkah berikutnya untuk perusahaan pharmaceutical adalah mengembangkan obat yang dapat menghambat hormone tersebut pada manusia. Diperkirakan sekitar 1,6 milyar orang di seluruh dunia menderita obesitas pada tahun 2005. WHO memperkirakan, jumlah ini akan meningkat menjadi 2,3 milyar pada tahun 2015 akibat konsumsi junk fod meningkat dan kurang aktivitas fisik.