Menurut Dr. Elvina Karyadi, M.Sc, ahli gizi masyarakat pada SEAMEO - Tropmed, Universitas, yang dimuat di www infomedia.com/intisari/1998,
suplemen makanan (Foods Supplement) merupakan makanan yang mengandung
zat-zat gizi dan non gizi, bisa
dalam bentuk kapsul, kapsul lunak,
tablet, bubuk,
atau cairan yang fungsinya
sebagai pelengkap kekurangan
zat gizi yang dibutuhkan untuk menjaga agar vitalitas tubuh tetap
prima. Suplemen makanan digolongkan sebagai nutraceutical, sedangkan
obat obatan masuk golongan pharmaceutical. Berbeda dengan obat-obatan
yang harus diuji efektivitasnya secara klinis mengikuti serangkaian
prosedur, suplemen makanan khasiatnya tak perlu tibuktikan melalui uji
klinis.
Menurut buku Food Supplement (Vitahealth, 2004), makanan Kesehatan atau
disebut juga dietary supplement nama resminya adalah nutraceutical,
adalah produk kesehatan yang mengandung satu atau lebih zat yang
bersifat
nutrisi atau obat. Yang bersifat nutrisi, termasuk vitamin,
mineral, dan asam-asam amino, sedangkan yang bersifat obat umumnya
diambil dari tanaman atau jaringan tubuh hewan yang memiliki khasiat
sebagai obat. Pada umumnya, suplemen makanan kesehatan berasal dari
bahan-bahan alami tanpa bahan kimia (harus murni) dan merupakan
saripati bahan makanan (konsentrat). Kemudian berkembang produk food
supplement dengan dosis tinggi (konsentrat) atau yang mengandung herbal
tertentu untuk membantu pengobatan. Dari segi fungsinya, banyak produk
suplemen makanan tersebut tidak lagi sebagai pelengkap asupan nutrisi
tetapi sudah meningkat menjadi pendamping obat.
Makanan merupakan substansi yang kompleks. Lebih dari 40 jenis
nutrisi di dalam makanan yang disebut sebagai nutrisi penting
dikelompokkan menjadi beberapa kelompok utama menurut bentuk
senyawanya. Food supplement mengemas komponen ini dalam bentuk
ekstraksinya dalam hitungan milligram bila dibandingkan dengan porsi
santap makanan kita sehari-hari. Kelompok pertama disebut sebagai
mikronutrien, dibutuhkan dalam jumlah besar untuk energi dan perawatan
tubuh yaitu kelompok karbohidrat, lemak dan protein. Kelompok kedua
adalah mikronutrien dibutuhkan dalam jumlah kecil untuk membantu proses
metabolisme tubuh agar dapat berlangsung dengan baik, yaitu vitamin,
mineral, enzim, asam lemak esensial, asam amino, dan senyawa penting
lainnya.
Dalam pengobatan konvensional, yang dimaksud dengan suplemen adalah
termasuk obat metabolisme untuk menghambat nafsu makan, untuk
menurunkan lemak dan kolesterol (antilipidemikum), obat untuk
memperbaiki status gizi, dietikum penyegar tubuh (tonikum), pembangkit
tenaga dan semangat, dan obat untuk memperbaiki system metabolic organ
tertentu.
Abstrak lain tentang Apa Food Supplement itu?