• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Kedokteran & Kesehatan>Antibiotik untuk Anak Bisa Jadi Bumerang

.

Antibiotik untuk Anak Bisa Jadi Bumerang

oleh : Grandfa    

Pengarang : Grandfa
Setiap orangtua pastilah khawatir manakala si kecil rewel
karena flu dan pilek, apalagi ditambah demam tinggi. Karenanya
tak sedikit
orangtua yang meminta diresepkan antibiotik yang dipercaya sebagai "obat
sakti" karena mampu menghilangkan penyakit dengan cepat. Padahal pemakaian
antibiotik yang tidak sesuai indikasi bisa menjadi bumerang.
Penggunaan antibiotik yang irasional tidak hanya mengganggu
fungsi organ tubuh, apalagi sistem tubuh dan fungsi organ bayi dan anak-anak
masih belum sempurna, tetapi juga akan membunuh kuman baik yang berguna bagi
tubuh. Selain itu kuman-kuman yang belum terbunuh akan bermutasi dan berubah
menjadi kuman yang resisten (kebal) terhadap antibiotik. 
"Meski berukuran mikro, kuman adalah mahluk yang sangat
pintar. Jika tubuh kita sudah sering terpapar antibiotik, lama-lama kuman akan
mengenali dan menjadi kebal," Kuman-kuman yang resisten tadi biasa disebut
sebagai superbugs.
Antibiotik sering diterjemahkan salah, yakni untuk membunuh
semua yang hidup. Padahal penggunaan antibiotik hanya disarankan untuk infeksi
yang disebabkan oleh bakteri. "Kalau penyebabnya virus ya diberi antivirus,
kalau bakteri diberi antibiotik, kalau tidak ada bukti infeksi pemberian
antibiotik justru akan menimbulkan alergi bahkan kematian," 
Sebagian besar kasus penyakit infeksi pada anak penyebabnya
adalah virus. Penyakit yang disebabkan oleh virus termasuk dalam penyakit yang
sembuh sendiri dalam waktu 5-7 hari tergantung sistem imun tubuh. Infeksi yang
disebabkan oleh virus antara lain diare, batuk, pilek, dan panas. Jika dokter
tetap memberikan antibiotik dengan alasan untuk meningkatkan kekebalan tubuh,
para orangtua harus bersikap kritis dengan bertanya kepada dokter apakah
anaknya benar-benar butuh antibiotik.
"Dokter harus lebih jeli dalam mendiagnosis penyebab
penyakit, apakah karena bakteri atau virus," Infeksi yang disebabkan oleh
virus biasanya demamnya mendadak naik dan mendadak turun, sedangkan infeksi
akibat bakteri biasanya memiliki ciri panas yang tidak turun dalam jangka waktu
beberapa hari. Contoh, "Anak yang menderita batuk pilek disertai demam
sebaiknya cukup diberi obat penurun panas, jika dua hari tidak turun baru
dipertimbangkan untuk memberikan antibiotik," 
Sementara itu penyakit yang diakibatkan oleh infeksi bakteri
di antaranya infeksi telinga, sinus berat, radang tenggorokan akibat infeksi
streptokokus, infeksi saluran kemih, tifus, TBC, radang otak (meningitis), dan
radang paru (pneumonia). Jika anak memang memerlukan antibiotik karena terkena
infeksi bakteri, disarankan agar orangtua meminta dokter meresepkan antibiotik
yang memiliki spektrum sempit, yakni yang hanya bekerja pada satu jenis bakteri
yang dituju.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa pemberian antibiotik sebaiknya
dievaluasi setiap tiga hari sekali. "Jika dalam 2-3 hari tidak ada
perbaikan, sebaiknya jenis antibiotiknya diganti," Ada tiga faktor yang menyebabkan antibiotik
tidak efektif, yakni karena obatnya salah, kumannya sudah resisten, atau pasien
yang tidak patuh meminum antibiotik sesuai dosis anjuran. 
Untuk anak-anak, dosis antibiotik yang tepat tergantung pada
berat badan dan pertimbangan apakah fungsi organ tubuhnya sudah berkembang
sempurna. "Jangan takut memberikan antibiotik pada anak, asalkan dosisnya
sesuai dan indikasi penyakitnya jelas,"
Selain itu juga diingatkan para orangtua agar tidak membeli
sendiri antibiotik yang dijual bebas tanpa pertimbangan dokter. Beberapa
keadaan yang perlu dicermati jika anak mengonsumsi antibiotik adalah gangguan
saluran cerna, seperti diare, mual, muntah, hingga pembengkakan bibir atau mata
dan gangguan napas. "Ada
antibiotik jenis tertentu yang bisa merusak gigi dan menghambat pertumbuhan
tulang pada anak,"
Diterbitkan di: September 14, 2007
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.