Sebuah studi 20 tahun dari Inggris terhadap 2.375 pria berumur 45 sampai 59 tahun menemukan, pria yang mengkonsumsi susu
dan produk susu lainnya beresiko lebih rendah terhadap
diabetes dan penyakit
jantung. Tim University of Cardiff menemukan, pria yang minum susu berkemungkinan 62% lebih rendah mengembangkan sindrom metabolic. Hasil studi diterbitkan dalam Journal of Epidemiology and Community Health.
Orang dengan sindrom metabolic mempunyai 2 atau lebih kondidi kesehatan, contohnya kadar gula darah tinggi, lemak darah tinggi, tekanan darah tinggi, dan lemak tubuh tinggi yang dapat meningkatkan resiko diabetes dan penyakit arteri koroner.
Para periset mengingatkan orang-orang untuk tidak mengkonsumsi produk susu lemak penuh dalam jumlah besar dengan tujuan untuk mencegah diabetes. Disarankan untuk mendapatkan produk susu rendah lemak 2 sampai 3 kali sehari sebagai bagian dari diet seimbang.