Jangan Remehkan
Kebersihan
Gigi dan Mulut
Sudah terbukti bahwa serentetan penyakit serius,
bisa disebabkan karena kuman yang sudah membusuk dalam gigi lalu menyebabkan
infeksi pada jaringan gusi hingga masuk ke dalam aliran darah. Kondisi itu
dapat mengakibatkan peradangan pada bagian tubuh lain seperti pada otot
jantung, ginjal, sendi, sakit kepala yang berkepanjangan, mata dan organ tubuh
lainnya. Perjalanan kuman tersebut dikenal dengan teori
focal infection.
Budaya pergi ke dokter gigi tampaknya belum menjangkau
seluruh lapisan masyarakat. Budaya ini baru ada pada masyarakat menengah ke
atas, terutama kalangan ekspatriat. Kebanyakan orang baru datang ke dokter bila
sudah ada keluhan.
Seorang Dokter gigi mengatakan, hidup sehat dan
murah, serta membuat hidup lebih berharga bisa dimulai dari kebersihan gigi dan
mulut, yaitu dengan cara menggosok gigi.
Contoh kasus, seorang ibu mulutnya sudah mencong ke
kiri pergi ke beberapa dokter dan dinyatakan sehat. Selanjutnya, orang itu
pergi ke Singapura untuk memeriksakan diri di rumah sakit. Dokter yang
memeriksa kemudian menyarankan agar ia pergi ke dokter gigi. Rupanya, mulut
mencongnya disebabkan karena ada kista di gigi yang disebabkan oleh peradangan
akibat kuman dari gigi berlubang (karies).
Bila ingin mengakhiri malam dengan indah dan sehat,
apapun alasannya, betapa pun sibuknya Anda, kita dianjurkan untuk menggosok
gigi terutama pada malam hari demi kesehatan kita. Sebab pada malam hari kuman-
kuman di dalam mulut berkembang pesat dua kali lipat dibanding siang hari.
Karang Gigi
Saat tidur, di mana mulut tidak mengadakan aktivitas
seperti makan, minum, atau mengobrol, air liur yang berfungsi sebagai
antiseptik alami akan berkurang, maka kemampuan
saliva untuk menetralisir
kuman-kuman dalam mulut juga berkurang. Karena berapa pun banyaknya kuman dalam
mulut, bila kondisi mulut bersih dapat dipastikan bahwa tidak akan terjadi
karies atau peradangan pada gusi akibat adanya karang gigi yang terjadi, karena
plak yang tidak dibersihkan.
Proses terjadinya karies diawali dengan adanya sisa
makanan (
debris) yang dibiarkan
sehingga terjadi pembusukan. Dengan hadirnya kuman lactobacillus acidophilus yang mengubah sisa makanan menjadi asam,
kuman ini bisa menggerogoti gigi dan menyebabkan gigi berlubang. Bila sudah ada
karies tapi tidak juga diobati, kuman akan menembus ke tulang gigi dan pada
akhirnya akan mengganggu syaraf gigi.
Terganggunya syaraf gigi ditandai dengan rasa ngilu
dan sakit sampai di kepala. Orang biasanya menggunakan minyak angin yang
diteteskan atau tablet sakit kepala yang ditumbuk dan dimasukkan ke lubang
gigi.
Rasa sakitnya memang hilang, namun hanya sementara
tapi tidak mengobati. Kalau masih saja dibiarkan, maka gigi akan mati dan
membusuk. Bakteri lainnya adalah Streptococcus
mutans.
Beberapa tips untuk menjaga kebersihan gigi dan
mulut, yakni menyikat gigi dengan pasta gigi yang mengandung fluoride pada pagi
dan malam hari, menjauhi camilan setelah menyikat gigi pada malam hari, serta
mengurangi makanan manis dan lengket.
Selain itu juga sangat dianjurkan agar banyak
mengkonsumsi buah dan sayur karena makanan berserat bisa menjadi pembersih
alami (self cleansing) pada gigi, membiasakan berkumur-kumur setelah makan
sesuatu, berkumur dengan anti septik setelah menggosok gigi dimana hal ini baik
bila digunakan secara tepat, menggunakan dentalflos supaya sisa makanan yang
tersangkut di interdental dapat keluar, dan memeriksakan gigi ke dokter gigi
setiap 6 bulan sekali.
Tindakan lain yang dapat dilakukan sendiri di rumah
adalah dengan menggunakan alat
water pick yang disemprotkan ke seluruh
permukaan di setiap gigi untuk membersihkan gigi dari sisa-sisa makanan dan
plak yg menempel pada gigi. Water
picks biasanya dapat dibeli di apotek atau
toko alat kesehatan.
Sementara itu, masalah sulitnya menggosok geraham
terakhir dapat diatasi dengan menggunakan kepalasikat gigi yang kecil
berukuran 1,5 cm bagi anak-anak dan ukuran 2,5cm untuk orang dewasa. Selain itu
pilihlah gagang sikat gigi yang tidak licin supaya antislip untuk menghindari
kesodok yang bisa menyebabkan sariawan pada gusi serta pilihlah sikat gigi yang
baik, berbulu halus dengan lebar kepala sikat yang bisa menjangkau hinggga
seluruh permukaan gigi dan gusi.
Sikat gigi sebaiknya diganti setiap 2 sampai 3 bulan
pemakaian ketika bulu-bulu sikat gigi sudah mekar. Sikat gigi juga harus dijaga
selalu kering agar tidak berlumut dan berjamur. Untuk menjaga kebersihan gigi
dan mulut, tindakan yang dapat dilakukan dokter mencakup, pemeriksaan per regio
atau per bagian seluruh permukaan gigi, membersihkan gigi dari berbagai plak
dan stain akibat rokok, teh, atau kopi, serta debris dengan alat air flow
sandblasting, tanpa menimbulkan rasa sakit, menambal gigi bila terdapat karies,
bila ada karang gigi harus dibersihkan dengan scaller, yaitu alat yang
berfungsi untuk merontokan karang gigi dengan getaran elektro magnetik, serta
mengolesi seluruh permukaan gigi dengan fluoride yang berfungsi melindungi gigi
dari karies apabila kondisi gigi sudah terbebas dari masalah.
Abstrak lain tentang Jangan Remehkan Kebersihan Gigi dan Mulut