RUMAH diakui banyak pihak sebagai salah satu kebutuhan dasar manusia. Keberadaannya, selain sebagai
tempat berlindung dan membina keluarga,
RUMAH juga dapat dijadikan indikator untuk menilai kesejahteraan suatu masyarakat. Namun, syaratnya, rumah itu
harus sehat dan layak huni.
Untuk menilai kesehatan rumah, kita harus melihatnya
dari dua pengertian dasar, yaitu rumah dan sehat. Menurut Soeharmadi, rumah adalah tempat untuk berlindung atau bernaung dari pengaruh keadaan alam sekitarnya (hujan, matahari, dll), serta merupakan tempat beristirahat setelah bertugas untuk
memenuhi kebutuhan sehari-hari. Adapun definsi sehat, menurut WHO, diartikan sebagai keadaan yang sempurna baik fisik, mental dan sosial, bukan hanya keadaan yang bebas dari penyakit dan kecacatan.
Berdasarkan pengertian itu, berarti rumah sehat merupakan tempat berlindung, bernaung dan beristirahat, sehingga memungkinkan seseorang untuk menumbuhkan kehidupan yang sempurna, baik fisik, rohani maupun sosial. Jadi, dari pengertian ini, dapat kita lihat bahwa sesungguhnya syarat rumah sehat itu tidak hanya bangunanya harus memenuhi syarat kesehatan. Namun, perlu diperhatikan pula berkait dengan unsur kesegaran dan kenyamanan rumah berikut lingkungan sekitarnya. Sehingga pantas saja, kalau Winslow dan Apha menyebutkan rumah yang sehat itu harus memenuhi kebutuhan physiologis dan psychologi, mencegah penularan penyakit, serta mencegah terjadinya kecelakaan.
Untuk menggapai kondisi rumah yang memenuhi kebutuhan seperti itu, tentu kita harus memperhatikan
aspek-aspek teknis yang berhubungan langsung dengan usaha penyehatan rumah berikut ini.
Selengkapnya klik di sini: http://miqrasehat.blogspot.com/2007/07/aspek-teknis-dalam-penyehatan-rumah.html
Abstrak lain tentang Aspek Teknis Dalam Penyehatan Rumah