Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Gaya Hidup>Rumah & Kebun>Ayam Katai Ayam yang ternyata Asal Indonesia

Ayam Katai Ayam yang ternyata Asal Indonesia

oleh: aforlan     Pengarang : Forlan
ª
 

Ayam katai sudah lama dikenal sebagai ayam hias sejak lama. Bentuknya unik dengan kaki yang pendek serta sayap yang jatuh hingga ke tanah. Ekornya yang keatas menjulang lurus sangat indah sekali. Warna bulunya beraneka ragam ada yang merah hitam, hitam, merah, putih, blorok dan lain-lain.

Jengger ayam kate berbentuk tunggal dan berwarna merah darah. Kadang pial yang kelebihan besar mentupi salah satu mata ayam. Sementara pial si betina berwarna merah pucat dan lebih kecil.Betina bertelur sedikit dan si betina akan mengerami telur nya dan merawatnya.

Tubuh ayam kate hanya seberat setengah kilogram dampai satu kilogram sedangkan ayam kampung dapat mencapai berat 2,5 kilogram. Dari segi daging, ayam kate tidak bagus untuk dikonsumsi karena dagingnya yang sangat sedikit. Ayam ini hanya jadi ayam hias saja sebagai penghias taman atau halaman depan rumah. Meski kecil ayam ini lebih mahal dari ayam kampung kadang yang masih kecilnya saja sudah berharga 100 ribu rupiah sepasang.

Jepang adalah salah satu yang mengembangkan ayam kate Jepang atau Chebo. Orang jepang yang gak bisa mengucapkan huruf L mungkin ingin menyebut cebol. Dalam bahasa Jawa, Cebol dapat berarti kerdil atau kate.

Orang Barat menyebut ayam kate sebagai Bantam. Padahal nama Bantam adalah nama Belanda untuk Karesidenan Banten yang sekarang ini menjadi Provinsi Banten.

Dari cerita tersebut menyimpulkan ayam kate berasal dari tanah Banten atau Indonesia. Belanda lah yang berjasa mengintroduksi ayam hias ini ke Jepang dan Eropa. Kini penggemar Unggas mengimpor kembali ayam kate Jepang ke Indonesia. Belanda juga mengembangkan ayam kate Belanda yang tidak berbeda dengan ayam kate lokal.

Mungkin Indonesia harus bangga juga dengan adanya plasma nuthfah yang ada di Indonesia. Ini harus dikembangkan demi kesejahteraan bangsa Indonesia.

Diterbitkan di: 31 Januari, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.