Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Gaya Hidup>Hobi>Morfologi dan varietas pohon mangga

Morfologi dan varietas pohon mangga

oleh: lolypoly    
ª
 
Tanaman mangga sebenarnya dari India dan Ceylon pada 4000 tahun yang lalu (Satuhu 1997). Tanaman ini kemudian tersebar luas ke seluruh daerah tropika, termasuk Indonesia. Mangga merupakan buah tropis yang populer, mengandung banyak vitamin A dan vitamin C yang sangat dibutuhkan manusia. Selain itu mangga mengandung kalori, protein, karbohidrat, kalsium, fosfor, besi, kalium, magnesium, dan sedikit lemak.
(Paimin 1998: 1)

Tanaman mangga pohonnya tegak, bercabang dan warnanya selalu hijau, tingginya bisa mencapai 10-40 m. Batang tegak, bercabang agak kuat, daun lebat dan membentuk tajuk yang indah berbentuk kubah, oval atau memanjang. Kulitnya tebal dan kasar dengan banyak celah-celah kecil dan sisik-sisik bekas

tangkai daun. Warna kulit yang sudah tua biasanya coklat keabuan, sampai hampir hitam. Pohon mangga yang berasal dari biji pada umumnya tegak, kuat, dan tinggi. Di Brasilia terdapat pohon mangga yang sudah tua, bentangan tajuknya sampai lebih kurang 40 m dan keliling batangnya lebih kurang 8 m. Di India terdapat pohon mangga tua yang bentangan tajuknya sampai 40 kali 50 m, sedang keliling batangnya lebih kurang 9 m.
Pohon mangga yang berasal dari biji umurnya bisa mencapai lebih dari 100 tahun, sedangkan yang berasal dari tempel atau sambungan hanya dapat mencapai umur 80 tahun atau mungkin malah kurang. Pohon mangga yang
berasal dari biji mulai berbuah sesudah berumur lebih kurang 7 tahun tergantung dari perawatannya, kalau pemupukan cukup mungkin bisa kurang dari 7 tahun, kalau tanah kurang mungkin bisa lebih dari 7 tahun. Pohon mangga yang berasal dari sambungan atau tempel kadang-kadang baru 1 tahun ditanam sudah mulai
berbunga, tetapi berbunga umur muda tak baik akan melemahkan pertumbuhan tanaman, yang baik dibiarkan berbuah pada waktu menginjak umur kelima. Daun letaknya bergantian, tidak berdaun penumpu. Panjang tangkai daun bervariasi dari 1,25 sampai 12,50 cm, bagian pangkalnya membesar dan pada sisi sebelah atas ada alurnya. Aturan letaknya daun pada batang (phyllotaxy) biasanya 3/8, tetapi makin mendekati ujungnya letaknya sangat berdekatan, sehingga nampaknya seperti dalam lingkaran. Bentuk daun bermacam-macam, ada yang
seperti mata tombak, lonjong dan ujungnya seperti mata tombak, berbentuk segi empat tetapi ujungnya runcing, berbentuk bulat telur ujungnya runcing seperti mata tombak, berbentuk segi empat yang ujungnya membulat. Tepinya biasanya halus, tetapi kadang-kadang sedikit bergelombang, atau melipat atau menggulung.
Panjang helatan daun 8 sampai 40 cm dan lebarnya 2 sampai 12,5 cm tergantung varietas dan kesuburannya. Jumlah tulang daun yang kedua (cabang) berjumlah 18 sampai 30 pasang. Stomata terdapat pada kedua permukaan daun tetapi yang terutama paling banyak pada bagian bawah permukaan daun. Daun yang muda biasanya berwarna kemerahan yang dikemudian hari akan berubah pada bagian permukaan yang sebelah atas warna menjadi hijau mengkilat sedang bagian permukaan bawah warna hijau muda. Umur daun bisa mencapai 1 tahun atau lebih. Pada penelitin ini menggunakan daun mangga arummanis. Daun mangga arummanis dapat kita lihat gambar sebagai berikut: Daun mangga arummanis dengan ciri-ciri yaitu bentuk daun lonjonng, ujungnya runcing, panjang daun bisa mencapai lebih kurang 23,5 cm, lebar lebih kurang 7,0 cm, bagian pangkalnya meruncing, jumlah tulang daun lebih kurang 28 pasang, tepi daun bergelombang ( Pracaya 1987: 7)

Varietas asalnya ada yang dari alam liar dan ada yang diadakan penyerbukan silang yang dibuat oleh manusia, dari varietas itu ada yang dikembangkan secara generatif dan vegetatif. Varietas yang dikembangkan secara generatif akan menghasilkan banyak varietas baru, kemudian varietas yang tinggi mutunya dikembangkan secara vegetatif.
Varietas mangga itu banyak sekali, yang berbeda-beda besar buahnya, rasanya, aromanya, demikian juga bentuk pohon dan daunnya berbeda pula. Varietas mangga antara lain golek, arummanis, manalagi, endog, madu, lali jiwo,
keweni, dan kemang. Pada penelitian ini jenis mangga yang digunakan adalah mangga arummanis karena warna daunnya lebih hijau dan kandungan klorofilnya lebih banyak sehingga diharapkan zat warna lebih pekat.

Diterbitkan di: 22 Mei, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.