Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Akar Bahar

oleh: iangmuin    
ª
 

Akar Bahar tentu bukanlah termasuk batu permata tapi dipercayai mempunyai khasiat seperti batu permata.

Akar Bahar banyak sekali terdapat di daerah Maluku dan sekitarnya. Ia merupakan semacam tumbuhan yang hidup diantara amber (atau Barnsteen, kata dalam bahasa Jerman yang berarti “batu yang dapat dibakar”) pada zaman sekarang.

Nama akar bahar ini berasal dari bahasa Arab dan Melayu. Bahar dalam bahasa Arab artinya laut, jadi Akar Bahar bermakna akar laut.

Di daerah Maluku terutama di Ambon, kata-kata akar diganti dengan “ruhu” atau “luhu”. Akar bahar yang berwarna hitam mereka sebut dengan “ruhu mete” atau “luhu mete” atau “ruhu meteng”.

Ada empat macam akar bahar:

1. Akar Bahar Hitam.
2. Akar Bahar Kelabu.
3. Akar Bahar Putih.
4. Akar Bahar Merah.

Akar bahar hitam terbagi lagi dalam 7 jenis berbeda.

Orang Maluku dapat membedakan antara akar bahar jantan dan akar bahar betina.
Yang jantan dapat dikenali dengan tangkainya yang panjang dan yang betina memiliki tangkai yang pendek.

Akar Bahar sering kali digunakan sebagai gelang, kalung, perhiasan wanita, dan sebagainya, juga mempunyai khasiat memuntahkan racun yang termakan misalnya terkena racun ikan. rajungan, kepiting dan jenis ikan laut lainnya.
Orang yang dihinggapi penyakit encok (rheumatik) jika memakai gelang atau kalung akar bahar kemungkinan sembuh, sebab akar bahar mengandung suatu zat yang disebut radium.

Menurut penyelidikan dokter hal ini tidak benar sama sekali. Andaikan orang yang terkena penyakit encok bisa sembuh karena akar bahar tadi, tak lain bukan karena disebabkan oleh orang itu yang meyakini akar bahar sebagai obat yang mujarab (baca:sugesti).

Orang yang gemar memakai gelang akar bahar, kebanyakan kaum pria, terutama kaum nelayan dan orang-orang Galela, Jalolo, Miscol (Ternate?), Guam, Banda dan Ambon. Demikian pula orang-orang Bugis, Mandar, Sula, Madura< dan orang-orang Lamor (Pulau dekat Philipina) memakai gelang akar bahar hitam.

Kata mereka jika memakai gelang tersebut dapat menolak guna-guna jahat. Dalam mencari nafkah hidup sehari-hari lebih ulet, tahan uji dan kuat menahan godaan. (*Kayaknya ini sugesti tapi mungkin apa ada hubungannya dengan Radium?.Red)

Akhirnya mengenai akar bahar ini, orangpun tidak lupa pada sindiran bagi seorang hartawan yang pelit, disebut “si Akar Bahar”. Sindiran ini banyak dipakai dan dikenal di daerah Jawa Barat.

Gelang Akar Bahar makin Memikat

Produk kerajinan akar bahar atau yang lebih dikenal dengan nama kayu uli, kini makin memikat. Kayu uli ini merupakan tumbuhan di tengah laut.

Karena proses mencarinya yang cukup susah dan memiliki daya tarik tersendiri, tak mengherankan jika harga akar bahar yang sudah berbentuk gelang ini cukup mahal.

Salah seorang penyedia gelang akar bahar di ajang PKB, Ketut Pastika, Rabu (2/7) kemarin mengatakan, terdapat berbagai jenis gelang akar bahar dan harganya bervariasi. Beberapa jenis kayu uli yang ditawarkan di pasaran adalah uli sadi, uli gadung, uli putih, uli kuwawa, dan uli gadang atau uli hijau.

Dari beberapa jenis uli tersebut, uli gadang yang harganya paling mahal, yakni 1 cm harganya bisa mencapai Rp 4,5 juta. Ini dikarenakan, uli jenis ini sangat susah dicari dan sudah sangat langka. Uli gadang ini biasanya terdapat di lautan Sri Lanka dan lautan New Zaeland.

Ia menambahkan, untuk jenis uli yang lainnya ditawarkan dengan harga Rp 150.000 sampai dengan Rp 500.000, tergantung dari bentuk, ketuaan serta serat yang dimiliki kayu uli itu sendiri.

Konsumen biasanya membelinya dalam bentuk yang sudah jadi seperti gelang, cincin, dan mata cincin. Kayu uli juga diyakini memiliki khasiat untuk menyembuhkan rematik dan sebagai penolak bala.

Lebih jauh dikatakannya, proses pembentukan kayu uli untuk menjadi sebuah gelang yang bagus lumayan sulit. Untuk uli putih memerlukan proses pembentukan dengan beberapa tahap.

Terlebih dahulu harus dilakukan perendaman dengan air biasa selama satu hari, kemudian dilanjutkan dengan proses pembentukan dengan cara dipanaskan dengan mempergunakan alat yang dinamakan kempus, yaitu alat untuk memanaskan logam seperti perak dan emas.

Proses pembentukan dengan cara dipanaskan memerlukan waktu sampai lima hari. Setelah berbentuk gelang, dilanjutkan dengan proses penghalusan dengan mempergunakan batu hijau supaya uli terlihat mengkilap.

Bahkan, kini gelang uli sudah dikombinasikan dengan logam mulia seperti emas. Dengan cara menempelkan emas ke gelang uli dan dibentuk sedemikian rupa dengan ukiran-ukiran yang artistik, membuat daya jual uli makin meningkat. Untuk gelang uli dengan tambahan emas ditawarkan dengan harga Rp 2,2 juta – Rp 2,7 juta.


Diterbitkan di: 14 Mei, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa maksud dari akar bahar? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    gmn cra membekokkan akar bhar agar gk patah dan hangus kena api... thx Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    rest Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    KALO BUATNYA DIPANASIN PAKE LILIN BISA GAK....? TERIMAKASIH ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    bisa kok lebih gampang jadina 10 Februari 2012
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    saya punya akar bahar lalu bagaimana cara merawat akar bahar? ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    po 21 Mei 2013
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    saya punya akar baharbagaimana cara merawat akar bahar.? Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.