Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Gaya Hidup>Makanan & Minuman>Zat BAHAYA DARI KEMASAN PLATIK, STYROFOAM , DAN MELAMIN

Zat BAHAYA DARI KEMASAN PLATIK, STYROFOAM , DAN MELAMIN

oleh: boykerullyfahreza    
ª
 

ZAT BAHAYA DARI KEMASAN PLATIK, STYROFOAM , DAN MELAMIN

Plastik dan turunannya seperti Styrofoam dan melamin, pada saat ini banyak digunakan. Sifatnya yang anti pecah membuat bahan-bahan tersebut banyak digunakan masyarakat dan jadi favorit.

Harganya yang relatif murah dan bentuknya yang menarik bisa membuat konsumen melirik bahan ini.

Padahal dibalik kemasan yang terlihat bersih itu ada bahaya besar yang mengancam.

PLASTIK

Plastik termasuk dalam golongan Polimer. Polimer merupakan rantai berulang dari atom yang panjang, terbentuk dari pengikat yang berupa molekul identik yang disebut Monomer.

Selain terbentuk dari Monomer, di dalam plastik juga terdapat bahan-bahan tambahan. bahan tambahan ini juga tidak boleh melebihi standar.

Bahan aditif yang berlebihan bisa mengakibatkan plastik bisa berbahaya. Apalagi jika dalam proses pembuatan plastik tidak benar, Zat aditif yang seharusnya terikat dalam rantai polimer akan terlepas keluar. Oleh karena itu, plastik yang digunakan untuk makanan harus terbuat dari bahan yang memang untuk makanan. (dari; Dr.MM. Sintorini Moedjoko, Mkes., Kepala LaboratoriumMikrobiologi Lingkungan, Fakultas Teknik Lingkungan, Universitas Trisakti).

Pada suhu kamar, dengan waktu kontak antara makanan dan plastik yang cukup lama. Senyawa berat molekul kecil yang berasal dari bahan aditif dapat masuk kedalam makanan secara bebas.

STYROFOAM

Styrrofoam jadi berbahaya karena terbuat dari butiran-butiran Styrene, yang diproses dengan menggunakan Benzena. Padahal Benzena termasuk zat yang bisa menimbulkan banyak penyakit.

Benzena bisa menimbulkan masalah pada kelenjar tiroid, mengganggu sistem saraf. Sehingga menyebabkan kelelahan, mempercepat detak jantung, sulit tidur, badan menjadi gemetaran. Di beberapa kasus, Benzena bahkan bisa mengakibatkan hilang kesadaran dan kematian.

MELAMIN

Seperti material lain yang terbuat dari bahan dasar plastik. Pembuatan Melamin juga menggunakan bahan tambahan Formaldehid.

Di Inggris, maksimal penggunaan formaldehid adalah 2 ppm (part per million) atau 2 mg/I, sedangkan Amerika Serikat menetapkan kadar maksimum1 ppm untuk jangka panjang, 2 ppm untuk jangka pendek.


Diterbitkan di: 10 Juli, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.