Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Gaya Hidup>Mode & Kecantikan>Penuaan Dini Tidak Hanya KERUT

Penuaan Dini Tidak Hanya KERUT

oleh: ijay     Pengarang : Jawa Pos cetak
ª
 
Selama ini, penuaan din identik dengan kerutan di wajah dan kulit yang kehilangan kekencangan. Padahal, proses aging di dalam tubuh tidak hanya terjadi pada permukaan. Semua bagian tubuh bisa mengalami penuaan dini.

Salah satu organ yang rentan mengalami penuaan dini adalah organ intim. Biasanya, berkurangnya elastisitas dan kekencangan Miss V terjadi ketika usia mendekati menopause. Padahal, menopause itu terbagi menjadi dua, yakni Natural yang terjadi pada usia 50 tahun ke atas dan prematur, terjadi lebih awal.

Dua jenis menopause tersebut memiliki gejala yang sama. Baik dari segi fisik maupun emosional. Di samping penurunan elastisitas organ intim, juga terjadi penurunan lubrikan yang berpengaruh pada kualitas hubungan seksual pasangan.

Ada berbagai macam cara untuk mengembalikan kelembapan Miss V. Misalnya, dengan suntik hormon. Juga rajin konsumsi suplemen. Ada satu cara lagi, yakni pakai lubricant gel. Itu yang paling mudah dan instan.

Perkara gel, kita mesti jeli memilih merek lubricant gel. Saat ini ada berbagai treatment untuk meremajakan organ intim. Mulai yang alami seperti ratus hingga terapi dengan Oksigen.

Namun, jangan lupa memperbaiki tampilan luar. Berkurangnya kadar kolagen dalam lapisan kulit membuat wajah mengendur dan cekung di beberapa bagian. Selain memperbaiki pola makan dan olah raga teratur, cekungan-cekungan itu bisa diperbaiki dengan filter inject alias pembentukan wajah dengan injeksi serum khusus.

Cara injeksi serum, pasien hanya perlu berbaring dan memejamkan mata, sementara dokter menginjeksikan serum tersebut. Sekitar 20 menit kemudian, hidungnya-misalkan yang semula cenderung melebar, tampak lebih langsing dan mancung.

Suntikan ini tidak meninggalkan luka berarti. Sehingga, pasien tidak perlu absen dari kegiatan rutinnya. Perawatan ini tidak perlu waktu lama, terapi bisa bertahan lama. Setidaknya hidung mancung bisa dimiliki pasien selama satu tahun..
Diterbitkan di: 24 April, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.