Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Gaya Hidup>Keluarga & Relasi>4 Jurus Lawan Serangan Kantuk Saat Puasa

4 Jurus Lawan Serangan Kantuk Saat Puasa

oleh: FebriAhmad    
ª
 

Kerap mengalami serangan kantuk di siang hari saat puasa? Itu wajar. Bukan karena lelah dan kurang tidur akibat bangun makan sahur, perubahan pola makan saat puasa juga bisa menjadi pemicu serangan kantuk tersebut.

Perubahan pola makan saat puasa memengaruhi metabolisme tubuh. Dan, serangan kantuk yang muncul saat puasa itu umumnya terjadi akibat penurunan kadar glukosa darah di otak sehingga memengaruhi suplai oksigen.

Dikutip Live Strong, otak mengonsumsi 60 persen glukosa tubuh sebagai asupan energi. Karenanya, jika suplai glukosa terhambat jelas akan memengaruhi kinerja dan daya konsentrasi otak.

Mengapa rentan muncul di siang hari? Ini karena di siang hari, tubuh cenderung mulai kehilangan energi cadangan untuk memaksimalkan kerja otak dan sistem tubuh lainnya. Karenanya tak hanya kantuk, tapi juga mudah merasa lemas.

Penurunan asupan zat besi dalam tubuh juga bisa memicu kantuk lebih cepat muncul. Ingat jumlah zat besi yang cukup membantu tubuh menyerap oksigen lebih banyak ke otak sehingga mengurangi rasa kantuk.

Meski lumrah, coba minimalisir serangan kantuk saat puasa dengan tips berikut:

- Penuhi kebutuhan zat besi saat sahur. Sumber zat besi bisa diperoleh dari sayuran berdaun hijau seperti bayam, sawi, kangkung, katuk.

- Menjaga keseimbangan asupan gizi, terutama saat sahur. Pastikan mengonsumsi buah dan sayur yang kaya vitamin C untuk memacu efektivitas penyerapan zat besi oleh tubuh. Kiwi, jambu biji, pepaya, jeruk, mangga, nanas, bisa menjadi pilihan.

- Ketersediaan air dalam tubuh juga perlu dipertimbangkan. Minum sedikitnya delapan gelas air putih selama jeda buka puasa hingga sahur. Konsumsi air putih yang cukup membantu mencegah tubuh kekurangan cairan atau dehidrasi, sehingga tubuh tetap segar.

- Saat sahur, konsumsi karbohidrat kompleks, seperti nasi merah, oatmeal, roti gandum, ubi, jagung, atau singkong. Karbohidrat kompleks lebih lambat dipecah menjadi gula darah sehingga sangat membantu metabolisme energi tubuh. Yang artinya, lebih lama menyimpan energi.

sekian artikelnya, semoga bermanfaat bagi kita semua untuk menjalankan puasa dengan lebih baik.
Diterbitkan di: 27 Juli, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.