/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-style-parent:"";
line-heigh t:115%;
font-size:11.0pt;
font-family:" Calibri","sans-serif";
mso-fareast-font-family:"TimesNew Roman";}
Sebelum saya membahas point-point yang tadik saya sebutkan di atas
saya, akan mencoba bercerita mengenai gambaran dosa.Pewahyuan ini saya dapat
ketika sedang lari sore setahun yang lalu.Saya adalah seorang pelari saya
sanggat mengerti prinsip-prinsip yang baik bagaimana saya harus berlari dan
bagaimana saya harus disiplinkan hidup saya. Bagaimana saya harus mengatur
jadwal kehidupan saya mulai dari bangun sampai, jadwal latihan dan belajar.
Waktu adalah emas bagi seorang pelari, hampir 8 (delapan) tahun saya menjajaki
kehidupan sebagai pelari.Dan seringkali saya menemukan dan merenungkan banyak
pewahyuan yang Roh Kudus bukakan ketika sedang berlari.
Tahun 2009
sekitar 2 tahun yang lalu, saya mengikuti program latihan untuk persiapan
kejurnas dan pekan olah raga daerah atau PORAM. Sore itu adalah sore yang
paling mengairahkan dan meyenangkan karena saya begitu bersemanggat untuk
latihan.Ditambah lingkungan sore itu yang begitu teduh banyak atlit terlihat
bersemanggat mengikuti program latihan. Tambah lagi hembusan angin sore yang
hilir mudik dengan lembut.Membuat suasana terasa hidup dengan ketenanggan yang
luar biasa.Tampak seorang pria kekar yang berumur sekitar 35 tahun sedang
berdiri di pinggir lapangan pajajaran sambil mempersiapan program latihan.
Saya tidak
sabar menunggu program apa yang akan beliau berikan untuk saya, setiap program
latihan yang beliau berikan untuk saya, saya selalu muntah dan pusing karena
patokan waktu yang diberikan membuat saya bersama seorang partner saya harus
berjuang keras untuk menyelesaikan program latihan yang ada.Program latihan ala
militer ini menguras banyak tenaga saya. Meskipun beliau seorang yang berlainan
agama dengan saya, tapi beliau memberikan banyak prinsip firman dalam program
latihan ini. Setiap strategi program yang beliau rancang memaksa kita untuk
berlari di atas rata-rata kemampuan kami. Beliau selalu memacu kami agar
memiliki integritas atau standar yang tinggi. Beliau selalu memberikan program
untuk setiap anak-anak didikannya keluar dari mediokritas.
Setelah
berbagai program latihan yang melelahkan,kita biasannya mengevaluasi sejauh
mana standar latihan yang sudah kita jalankan. Lari yang baik dan benar tidak
semudah yang yang dipikir dan dibayangkan kebanyakan orang.Setelah latihan sori
itu, saya kembali jogging untuk pulang dari pajajaran tempat dimana saya
biasanya latihan. Ketika menyusuri jalanan sore itu, langit mulai tampak gelap
lampu jalanan mulai dinyalakan disepanjang jalan Pasteur dan jalan djundjunan.”
Saat sedang menikmati jogging, tiba-tiba saja saya tersentak, dengan suara dari
hati saya yang jelas.” Suara dari hati saya yang begitu jelas itu, coba
menuntun saya untuk memperhatikan tumpukan sampah di depan Tanih suggih tempat
penjualan alat-alat pertanian. Karena kondisi jalanan yang gelap membuat saya
harus teliti memperhatikan tumpukan sampah. Awalnya saya jadi sanggat binggung
kenapa saya di gerakan untuk memperhatikan tumpukan sampah itu.Ada apa
sebenarnya di tengah tumpukan sampah itu? Ini membuat saya bertanya-tanya dalam
hati. Saya seperti tidak ada kerjaan sajah memperhatikan sekeliling tumpukan
sampah yang menumpuk dan begitu baunnya.
Setelah
memperhatikan tumpukan sampah itu, ternyata ada seorang bapa yang sedang
makan nasi bungkus didekat tumpukan
sampah itu. Bahkan bapa ini ternyata, tidur dan tinggal didekat tumpukan sampah
itu.”Saya coba memperhatikan, dan sambil bertanya-tanya dalam hati saya.Kenapa
bapa ini begitunyaman menikmati makananya dan tidurnya didekat tempat
pembuangan sampah .Kondisi ini membuat saya risih sekaligus binggung.
“ Semakin
penasaran, untuk tahu alasannya, pada hal itu tempat sanggat bau kotor begitu
banyak kuman berkembang biak.Kenapa dia menjadi begitunyaman dan menikmati, dia
ngak peduli apapun kondisinnya. Bapa ini menjadi kebal,dengan kondisi sekelilingnnya,
kebal terhadap bau,kotoran dan berbagai jenis virus.Sanggat menjijikan berada
kurang lebih lima menit membuat saya ngak betah dan menjadi risih.
Tapi ketika
saya bergumul dengan berbagai pertanyaang dalam hati dan pikiran saya, sambil
melangkah untuk berlari perlahan. Roh Kudus coba bukakan dan gambarkan
kehidupan kekristenan yang kompromi dan nyaman dengan sesuatu yang sebenarnya
dosa tapi suka dilakukan.Sehingga kita merasa itu sesuatu yangnyaman dan benar
adannya.Tanpa sadar hidup kita sama seperti tukang sampah yang makan dan hidup
didekat tumpukan sampah itu. Pertama kali kita lakukan dosa terasa enak secara
daging, dosa itu mulai masuk dan menanipulasi pandangan kita dan mencoba
mengikat kehidupan kita secara perlahan.” Kita mulai bermain-main dengan
pornografi, kita mulai hidup di bawah mediokritas, kita mulai melakukan banyak
hal tanpa iman. Dan itu semua dosa dalam pandanggannya Tuhan,tapi kita menjadi
begitunyaman dan menjadi kebal sampai satu titik dimana kita sulit membedakan
mana kehendak Tuhan dan bukan. Kita mengaggap dosa sebagai sesuatu yang kebal
dan biasa.
Kekristenan
kita ada di ambang kehancuran karena tanpa sadar dosa mengerogoti kehidupan
Kekristenan kita.Bahkan ketika kita hidup terlalu berlebihan dalam zona
kenyamanan kita itu ternyata dosa juga . Karena kita tidak melakukan apapun.