“Menyalip” kakak ke pelaminan kadang
menimbulkan rasa sungkan dan serba salah. Bagaimana supaya hubungan cinta dan
persaudaraan berjalan harmonis?
Urutan kelahiran terkadang
menjadi patokan untuk menentukan papa yang lebih dulu menikah. Masalahnya, jika
Anda sudah siap berumah tangga sementara kakak Tercinta masih betah “bersolo
karier”, maka mau tak mau Anda mesti melangkahinya melaju ke pelaminan. Agar
langkah Anda mulus, pertimbangkan hal-hal berikut.
Doa Restu
Keputusan untuk menikah tentunya
tidak datang secara mendadak. Dalam arti, Anda dan pasangan mestinya sih
memiliki waktu sekian lama untuk mempertimbangkan keputusan tersebut, sebelum
akhirnya menetapkan tanggal. Jika mungkin, libatkan kakak Anda dalam proses
pengambilan keputusan untuk menikah. Jajaki pendapatnya apabila Anda lebih dulu
menikah dibandingkan dirinya. Diskusikan pula hal ini dengan orangtua dan
saudara lainnya.
Utarakan hal-hal yang mendasari
keputusan Anda dan pasangan untuk menikah, dan mintalah pengertian dari pihak
keluarga. Meskipun keputusan untuk menikah sudah bulat, dengarkan pendapat
kakak Anda dan jangan bersikap keras kepala dengan menuntut ia harus bersedia
dilanglahi. Ketimbang memaksa, mintalah doa restu darinya supaya pernikahan
Anda berjalan lancar.
Hadapi Lingkungan
Saat ini menikah lebih dulu dari saudara
yang lebih tua bukan lagi hal yang luar biasa. Yang dilangkahi juga biasanya
sudah tidak menganggap hal ini sebagai masalah besar. Namun, seringkali
keruwetan justru datang dari lingkungan. Image buruk kerap melekat pada diri
orang yang dilangkahi. Pasalnya, ada stigma bahwa seorang kakak yang ditinggal
kawin adiknya akan sulit jodoh.
Komentar bernada miring yang
datang terus-menerus dari lingkungan bisa membuat seseorang merasa tertekan.
Jadi, meski kakak Anda merasa fine-fine saja bila adiknya menikah duluan,
lama-kelamaan ia bisa kewalahan juga menghadapi lingkungan yang menuntutnya
segera menikah pula. Maka, dampingi kakak Anda dan bantu menghindari komentar
yang bisa menjatuhkan dirinya di mata lingkungan
Tanyakan Keinginannya
Di beberapa daerah, ada tradisi
untuk menyerahkan tanda mata kepada kakak yang akan didahului menikah. Meski
Anda tidak fanatik pada adat, tak ada salahnya memberikan semacam
kenang-kenangan kepada kakak Anda. Katakan hadiah itu merupakan tanda cinta
sekaligus ucapan terima kasih atas dukungan dan pengertiannya terhadap
pernikahan Anda berdua.
Supaya sesuai keinginan, tanyakan
dulu barang apa yang diinginkannya. Jika mampu, tak ada salahnya memenuhi
permintaannya. Sesekali 'menyogok' untuk menyenangkan hati kakak, boleh juga,
kan? Tenang saja, biasanya seorang kakak cukup pengertian dan tidak akan
membuat Anda dan talon suami bangkrut sebelum menikah.
Ajak Terlibat
Setelah mendapatkan persetujuan
dari kakak, libatkan ia dalam merencanakan upacara pernikahan. Misalnya, dengan
membantu memilih kartu undangan, ikut mencicipi makanan dan menentukan menu
katering, serta menemani survei lokasi acara. Tularkan aura bahagia yang Anda
rasakan kepadanya, sehingga ia juga turut bersemangat menyambut pernikahan
Anda. Dengan ikut 'terjun' mengurusi salah satu momen terpenting dalam
kehidupan Anda, kakak Anda juga akan merasa menempati posisi penting dan
menjadi bagian dalam kehidupan adiknya.
Resepsi Sederhana
Resepsi pernikahan yang sederhana
bisa meredam kesedihan yang mungkin dirasakan kakak Anda karena ditinggal
menikah. Selain itu, banyak untungnya juga kok, merayakan pernikahan secara
bersahaja. Biaya yang keluar lebih sedikit. Anda bisa memanfaatkannya untuk
keperluan lain pasca resepsi.
Mak Comblang!
Akad nikah dan resepsi pernikahan
biasanya banyak melibatkan jumlah personel, baik yang datang dari pihak
keluarga besar maupun rekan sejawat. Saat itu pula biasanya perhatian orang 'sejagat'
akan tertuju pada diri pasangan pengantin dan keluarga intinya. Berita tentang
pasangan pengantin yang melangkahi kakaknya pasti sudah beredar santer di
antara para tamu yang terbilang kerabat dekat.
Bila kakak Anda belum punya
gandengan tetap, bantulah ia menyelamatkan diri dari 'sasaran tembak' para
penggosip iseng dengan mencarikannya partner kencan untuk menghadiri resepsi
pernikahan Anda. Siapa tahu, kencan singkat tersebut berlanjut menjadi hubungan
yang lebih serius clan pada akhirnya kakak Anda bisa menyusul ke penghulu.
Jangan Pamer
Status pengantin baru bukan
alasan Anda boleh mengabaikan perasaan saudara yang ditinggal menikah. Tunjukkan
empati dengan cara tidak mengumbar kemesraan ketika berada di dekatnya. Jangan
kesal dulu, hal ini hanya untuk sementara saja kok, sekadar sampai pernikahan
Anda lenyap gaungnya. Setelahnya, Anda bisa bebas mengekspresikan kasih sayang
kepada pasangan tercinta.
Ada baiknya pula untuk tinggal
terpisah dari orangtua setelah menikah, untuk menjaga perasaan kakak Anda.
Bukan hanya itu, tinggal terpisah juga penting bagi kemandirian berdua.
Orang Ketiga
Segala langkah dan bujukan sudah
dilakukan, namun kakak tersayang tetap enggan dilangkahi? Mungkin Anda perlu
bantuan orang ketiga. Bisa dari pihak keluarga besar maupun sahabat dekat kakak
Anda. Mintalah pertolongan mereka untuk memberi pengertian kepada kakak Anda,
bahwa meski Anda menikah duluan, ia tetap masih berpeluang menemukan
kebahagiaan. Tekankan bahwa pernikahan bukanlah ajang kompetisi untuk
menentukan siapa yang lebih unggul dibandingkan saudaranya.
Sumber : Chic Mei 2008