Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Gaya Hidup>Keluarga & Relasi>Cara mengatur rumah tangga...

Cara mengatur rumah tangga...

oleh: MioLeYoWoon    
ª
 
Sumber Perselisihan dalam rumah tangga salah satunya adalah masalah uang belaja, para istri kadang kurang bisa mengontrol uang belanja yang bisa mengakibatkan menumpuknya hutang. Nah disini kita bagi beberapa cara untuk mengatur uang belanja dengan baik dan bijak.
1. Membagi beberapa anggaran prioritas.
Buatlah table barang-barang yang harus di beli pisahakan antara kebutuhan pokok dengan keinginan sendiri yang sekiranya belum begitu penting. Misalnya membeli pakaian baru, sepatu baru atau apalah. Utamakan uang lebih penting sekiranya ada uang sisa maka baru kita memikirkan kebutuhan yang lain
2. Hindari tren ( makan di luar)
Makan di luar biasanya anggarannya lebih banyak dari pada memasak. Selain lebih hemat para istri bisa lebih dekat dengan suami dan anak-anaknya. Selain itu kadang makan di luar tidak sesuai dengan kainginan, kita juga tidak tau proses memasaknya. Asal makan enak kita bayar saja… betul khan?
3. Nah tetapkan hari belanja.
Tentukan satu hari dimana membelanjakan beberapa kebutuhan bulanan rumah tangga. Karena itu bisa menghemat waktu, juga uang. Itu juga menghindari dari keinginan membeli barang. Nah itu baru namanya Istri Pintar.
4. Menabung
Sisihkan sekiranya 15 persen untuk ditabung setiap bulannya. Dan bila anda mendapat uang yang tidak diduga sebaiknya 50 %nya di tabung saja. Khan semakin banyak tabungan kita akan semakin tenang.
Saya yakin jika hal ini dilaksanakan, anda tidak perlu mencari pinjaman saat ada keperluan yang sangat mendesak. Selamat Mencoba. Jangan pernah menganggap enteng masalah keuangan dalam pernikahan, karena hal ini malah sering menjadi pemicu retaknya sebuah hubungan.

Diterbitkan di: 01 Juli, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.