Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Pergaulan remaja masa kini

oleh: percailmu     Pengarang : ronal rifandi
ª
 
Sebagai makhluk sosial, manusia tak bisa lepas dari yang namanya orang lain. Begitu pula dengan remaja. Ia memerlukan interaksi dengan orang lain untuk mencapai kedewasaannya. Yang perlu dicermati adalah bagaimana seorang remaja itu bergaul, dengan siapa, dan apa saja dampak pergaulannya itu bagi dirinya, orang lain, dan lingkungannya.
Untuk itu kita lihat terlebih dahulu pengertian pergaulan. Pergaulan berasal dari kata gaul. Pergaulan itu sendiri maksudnya kehidupan sehari-hari dalam persahabatan ataupun masyarakat. Namun tidak demikian dikalangan kebanyakan remaja saat ini. Gaul menurut dimensi remaja-remaja yang katanya modern itu adalah ikut dalam trend, mode, dan hal lain yang behubungan dengan keglamoran hidup. Harus masuk kedalam geng-geng, sering nongol dan konkow-konkow diberbagai tempat seperti mall, tempat wisata, game center dan lain-lain. Yang mana pada akhirnya, gaul dimensi remaja akan menimbulkan budaya konsumtif.

Yang patut disayangkan pula dari “gaul” kebanyakan remaja saat ini adalah standar nilainya diambil dari tradisi budaya ataupun cara hidup masyarakat nonmuslim. Cotoh, baju yang dipakai itu modelnya harus sesuai dengan mode-mode yang berkembang di dunia internasional saat ini. Dan bisa kita lihat pakaian-pakaian tersebut jarang sekali ada yang cocok dengan kriteria pakaian yang pantas secara islam.
Solidaritas dan kesetiakawanan sering dijadikan landasan untuk terjun kedunia hura-hura. Dengan “setia kawan” itu pula kebanyakan remaja mulai merokok, minum minuman keras, mengonsumsi narkoba, dan bahkan sex bebas. Kalau tidak ikut kegiatan-kegiatan geng ataupun teman nongkrong bisa dianggap tidak “setia kawan”. Paradigma seperti itulah yang menggerayangi pikiran sebagian remaja masa kini. Sebenarnya dengan tindakan itu mereka telah merusak kemurnian makna dari solidaritas dan kesetiakawanan itu sndiri.
Jika ditinjau lebih dalam “gaul” tidak akan menimbulkan banyak dampak negatif jika standar nilai yang dipakai untuk mendefinisikan gaul itu, standar nilai yang sesuai dengan syariat islam dan juga budaya timur yang penuh dengan tata karma dan kesopanan. Hanya saja, merubah sesuatu yang sudah mendarah daging disebagian remaja saat ini tidaklah mudah. Semua itu memerlukan sinergi dari semua pihak, baik orang tua, keluarga, pemuka masyarakat, pemerintah, dan yang tak kalah pentingnya adalah peran kita sendiri sebagai remaja yang akan menjalani kehidupan dalam bingkai kata “gaul” itu sendiri.
Diterbitkan di: 21 Januari, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    mengapa remaja itu identik dengan pergaulan bebas Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    jelaskan makna bergaul dengan orang demi kemaslahatan bersama,seperti bergaul dengan preman Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    bagaimana bergaul menurut islam? ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    bergaul menurut islam : bergaul dengan orang lain demi mencari rhido ALLOH, yaitu dalam hal kebaikan, namun apabila teman bergaul berperilaku buruk jangan tinggalkan dia, namun terus temani dan ajarkan untuk berbuat baik,. may be just that 22 September 2012
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    pengertian kesusilaan dalam pergaulan remaja menurut syariat islam Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    mengapa sih remaja suka niru2 ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    karna remaja msih dalm tahap pencari jati diri, dia blum bisa menemukan sesuatu yang ada pada dirinya. jadi dia melihat seseorang yang di anggapnya idola, maka dia akan mengikuti atau meniru 03 Februari 2012
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    sesungguhnya siapa yang salah remaja atau?????? Lihat semua
Komentar Terjemahkan Kirim Link Cetak
  1. 1. M.fadilurrahman

    rremaja

    Remaja sekarang banyak berpikiran negatif....

    0 Nilai 15 Nopember 2011
X

.