Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Gaya Hidup>Keluarga & Relasi>Bagaimana Menghadapi:" Orang Tua yang Cerewet & Keras Kepala"

Bagaimana Menghadapi:" Orang Tua yang Cerewet & Keras Kepala"

oleh: MasSugeng    
ª
 
Kedua sifat ini mempunyai plus minus, selama penempatan kedua sifat tersebut memang tepat tentunya hasilnya plus, sebaliknya kalau salah penempatan menjadi minus. Beberapa orang tua memiliki sifat cerewet dan keras kepala yang membuat anggota keluarganya menjadi bingung. Bagaimana menghadapi orang tua yang makin cerewet dan keras kepala?

Seseorang dikatakan berusia lanjut ketika sudah masuk usia 60 tahun ke atas dan merupakan salah satu fase yang harus dilalui oleh seseorang. Saat memasuki fase ini terjadi penurunan sistem tubuh dan juga fungsi kognitifnya.

"Orang tua yang makin cerewet dan keras kepala kadang membuat bingung, mau dilawan tapi itu orangtua sendiri, kalau tidak dilawan bikin sakit hati. Untuk mengatasinya anggota keluarga sebaiknya yang lebih mengalah dan berusaha beradaptasi dengan kondisi orang tua tersebut," ujar Dr Petrin Redayani LS, SpKJ.

Dr Petrin menuturkan lansia merupakan salah satu fase yang krisis, karena pada saat itu terjadi perubahan fisik (otot melemah dan lambat berpikir), perubahan emosional yang terkadang menjadi lebih sensitif, serta menjadi kurang aktif (tadinya bekerja sekarang sudah pensiun).

"Sedangkan penurunan fungsi kognitif seperti pikun bisa dilatih atau dicegah dengan cara tetap aktif, sering bersosialisasi, berkomunikasi, tidak membatasi kegiatan dan membiarkannya melakukan hal-hal yang dia senangi. Bagi lansia yang namanya teman adalah sesuatu yang sangat penting," ungkap dokter dari divisi geriatri departemen psikiatri FKUI-RSCM.

dr Arya Govinda Rooesheroe, SpPD, FINASIM dari divisi geriatri departemen penyakit dalam FKUI-RSCM menuturkan masalah lain yang dihadapi seiring bertambahnya usia adalah otot menjadi mudah kaku, sering bermasalah dengan tulang (keropos atau pengapuran) dan rentan terhadap berbagai penyakit.

"Dampaknya adalah menerima berbagai pengobatan atau terapi. Tapi harus hati-hati karena fungsi ginjal lansia sudah tidak optimal, kalau terlalu banyak obat atau berlebihan bisa menjadi tidak tepat guna atau meracuni," ujar dr Arya.

Sementara itu menurut dr Wanarani Aries, SpRM terapi pengobatan untuk lansia didasarkan pada tatakelola berbasis risiko, yaitu:

1. Risiko jatuh, orang yang lanjut usia lebih rentan terjatuh dibandingkan dengan orang dewasa muda.
2. Risiko malnutrisi, lansia rentan mengalami kekurangan gizi, terutama jika ia sulit atau tidak mau makan yang bisa menyebabkan tubuh lemas dan kesadaran menurun.
3. Risiko mistreatment, saat terapi ada berbagai obat yang harus dikonsumsi lansia padahal ginjal sudah tidak optimal dan berisiko meracuni tubuh.
4. Tatakelola penelantaran lansia, penelantaran disini bisa dilakukan secara sengaja atau tidak sengaja karena ketidaktahuan keluarga.

Meski demikian karakter orang tua yang sulit dipahami ini bisa dipersiapkan sejak seseorang masih remaja atau dewasa muda yaitu dengan melakukan komunikasi yang baik dengan keluarga dan sosial.

Dr Petrin dan dr Arya memberikan beberapa tips yang harus dipersiapkan untuk meningkatkan kualitas hidup orang tua atau lansia, yaitu:

1. Melakukan olahraga atau aktivitas jasmani yang rutin, misalnya dengan senam bersama (untuk melatih koordinasi) atau berjalan-jalan.
2. Program makan yang diatur, menyesuaikan komposisi makan dengan aktivitas dan kegiatan agar tidak berlebihan yang bisa memicu kegemukan (menjadi faktor risiko berbagai penyakit) dan juga tidak kekurangan.
3. Melakukan pemeriksaan berkala sejak berusia 40 tahun, terutama jika memiliki faktor risiko penyakit tertentu dari keluarganya.
4. Tetap melakukan aktivitas sosial, hal ini tidak hanya menguntungkan fisik tapi juga mental, seperti menimbulkan rasa gembira dan merangsang stimulus otak.
5. Menyadari bahwa lansia adalah fase yang harus dihadapi, sehingga seseorang lebih bisa menerima perubahan hidupnya serta mendekatkan antara realitas yang ada dengan harapan yang dimiliki.
6. Melakukan komunikasi inter generasi dan juga dengan tetangga atau sosial, ajaklah orang tua mengobrol dan mengenang masa lalu adalah hal yang sangat indah.

Diterbitkan di: 11 Januari, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    saya miftha mama saya tidak pernah mengerti saya sudah berusaha namun tetap tidak digubri mohon dijawab ya maaf &terimakasih Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    maaf.. saya dengan eka.. mau bertanya tentang soal orang tua saya yang tidak pernah mengerti .. dan slalu marah marah gak jelas.. slalu mau nya menang sendiri?? serba salah.. tolong solusinya.. trims Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    bagaimana ya agar fisik orang tua..yang makin berumur tapi kesehatannya makin membaik..jadi bisa jadi orang tua yang tidak identik bergantung pada yang muda..agar makin tua makin tidak putus asa.. Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    iya saya punya ibu yg sdh tua usianya lebih kurang 72 thn.kebiasaan nya suka bertandang ntah kemana2dan makan berlebihan dilaranbeulang2 satu hari bisa sampe tujuh kali makannnya bgmna mengatasinya Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    bagaimana sikap kita menghadapi orangtua yang selalu berkata menyakitkan hati kepada anaknya dan selalu ingin menang sendiri ? ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    Kita tetap harus bersikap positif, ambil yang sekiranya sesuai dengan kata2 yang disampaikan kepada kita untuk diperbaiki. Bila sekiranya tidak sesuai dengan diri kita mohon penjelasan lebih komprehensif dengan bahasa yang santun tanpa ada prasangka buruk. Jadikanlah hal ini sebagai evaluasi diri dan harapan kita ke depan. 26 Agustus 2012
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apabila kita dituduh bersalah oleh orangtua,padahal kita tdk bersalah dan kita sdh menjelaskannya pd orgtua,namun tetap saja disalahkan. apa yg hrs dilakukan seorang anak? ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    kuncinya harus sabar, karna dengan sabar maka Allah akan memberikan jalan bagi kita, dan kita juga harus memberikan pengertian kepada kedua orangtua bahwasanya sebagai anak juga mempunyai hak untuk memberitahu kebenaran asalkan menegurnya dengan lemah lembut 18 Juli 2012
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    saya sebel banget orang tua yg anggap anak nya masih kecil terus ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    selama kita masih disebut anak oleh ortu biasanya ortu selalu anggap anaknya yang seperti yang dialami sekarang. Namun sisi positif yang perlu diambil adalah betapa cintanya ortu terhadap anaknya, hanya kita perlu sampaikan kepada ortu kalau kita perlu mendapatkan kesempatan untuk mandiri, dengan cara dibuktikan dalam tindakan. Lama kelamaan ortu akan memahami keinginan anak2 nya. 28 Agustus 2012
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa tindakan seorang anak jika ayahnya keras kepala dan susah di kasi tau? ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    Cari orang ketiga (paman, kakek, ibu, nenek, bos ayah, sahabat ayah dsb.)yang berwibawa dimata ayah anda, sampaikan keluh kesah anda kepadanya.Insya Allah dapat membantu anda. 30 Januari 2012
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    bagaimana proses penurunan kepala Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    bagaimana cara menghadapi orang tua yang perfeksionis dan keras kepala ? Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
  1. 2. sunteris1

    Mengenal usia 60 tahun

    apakah ada saran baik dari kejiwaan ataupun kesehatan, untuk merawat orang tua di usia 60 tahun sampai 70 tahun?

    1 Nilai 25 Agustus 2012
  2. 1. malagracia herlambang

    l

    gue harrus gimana keyakini ortu gue , ortu gue gak pernah ngerttiin gue sama sekali .bikin aku jadi maless pulang bt, kesel. agghh pussinkk . .

    1 Nilai 12 Desember 2011
X

.