Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Gaya Hidup>Keluarga & Relasi>Tips mengatasi Masalah dalam Keluarga

Tips mengatasi Masalah dalam Keluarga

oleh: cantique     Pengarang : imut
ª
 
Dalam sebuah keluarga pasti tak luput terjadi masalah, masalah bukan untuk dihindari tetapi dihadapi dan diselesaikan, berikut adalah beberapa cara untuk mengatasi masalah dalam keluarga :
1. Tentukan Waktu Bicara
Hindari membicarakan masalah pada waktu-waktu biasanya Anda atau pasangan hidup cenderung untuk marah. Misalnya, saat baru pulang kantor ketika sedang lelah dan mudah terpancing emosi. Sebaliknya, berbicaralah pada waktu santai dan perhatikan kondisi hati apakah sedang dalam kondisi yang menyenangkan. Berbicara pada waktu yang tidak tepat akan memperburuk masalah.

Walaupun awalnya Anda berniat membicarakan suatu masalah dengan baik, tetapi bisa saja masalah tersebut memancing emosi Anda dan pasangan. Nada bicara yang keras semakin memperkeruh suasana. Jika hal ini terjadi, ada baiknya Anda berdiam diri sejenak sampai suasana kembali tenang. Tahan emosi Anda dan jangan terpancing dengan ucapan pasangan hidup Anda.

Jika pembicaraan tidak mungkin dilanjutkan pada saat itu, bicaralah dengan respek kepada pasangan hidup Anda bahwa hal ini akan Anda bicarakan lain waktu. Tentukan waktunya dan jangan terlalu lama dari saat Anda menghentikan pembicaraan. Ingat, untuk meminta dibicarakan lain waktu dengan nada bicara dan sikap yang hormat. Bukan dengan perkataan merendah seperti “Malas bicara sama kamu!” atau “Udah, gak perlu diomongin lagi!”. Jangan lupa untuk meneepati janji untuk berbicara pada waktu yang sudah Anda tetapkan untuk membicarakan hal ini sehingga menimbulkan rasa kepercayaan pasangan.

2. Bicarakan dengan Jujur
Jangan berpikir bahwa pasangan hidup Anda tahu apa yang mengganggu hati Anda. Pasangan hidup Anda adalah manusia biasa yang tidak dapat membaca hati. Maka, daripada mendiamkan pasangan hidup Anda karena berpikir dia tahu masalahnya, lebih baik ada bicarakan dengan jujur perasaan Anda. Ingat, ketika mengatakan perasaan Anda dengan nada yang baik bukan langsung marah-marah.

Katakan secara jelas apa dan kapan masalahnya serta bagaimana perasaan Anda. Jika masalah yang ingin dibahas ada beberapa, Anda dapat menuliskannya beserta solusinya. Hindari juga sikap suka mengungkit kesalahan pasangan agar permasalahan tidak melebar.

3. Mendengarkan

Yang tidak kalah penting dalam komunikasi adalah mendengarkan. Pasangan hidup mungkin merasa bahwa Anda tidak mendengarkan saat dia sedang berbicara. Hal ini, mungkin disebabkan karena Anda merasa telah mengetahui perasaan pasangan atau merasa mengetahui apa yang akan dibicarakan. Hindari perasaan merasa telah mengetahui perasaan atau apa yang dipikirkannya. Coba pahami perasaannya jika Anda ada di posisinya, Anda pasti ingin agar perkataan Anda didengarkan.

Ketika pasangan Anda sedang berbicara jangan menyela kata-katanya, biarkan sampai pasangan Anda selesai mengutarakan semuanya. Berikan perhatian penuh saat pasangan Anda sedang mengutarakan perasaannya. Tunjukkan dengan sikap yang sungguh-sungguh dalam mendengarkan. Misalnya, jangan mendengarkan tetapi mata Anda tetap asyik menonton TV. Ini dapat membuat pasangan Anda tidak diperhatikan.

Setelah selesai mendengarkan, coba untuk mengungkapkan kembali apa yang telah Anda dengar. Tanyakan apakah yang Anda ungkapkan sudah sesuai dengan maksud dari pasangan hidup Anda. Minta koreksi apabila ternyata ada yang tidak sesuai. Hal ini untuk menghindari kesalahpahaman di antara suami istri.

4. Buat Kesepakatan Solusi
Tujuan dari membicarakan masalah adalah agar tercipta suatu solusi yang dapat menghilangkan masalah tersebut. Setelah berbicara, Anda akan lebih mengetahui apa masalah yag sebenarnya terjadi dan bagaimana perasaan pasangan Anda. Kini, buatlah solusi agar masalah tidak semakin berlarut-larut dan dapat mengganggu keharmonisan keluarga Anda.

Sampaikan solusi yang Anda pikitkan begitu juga dengan pasangan Anda temukan yang mendapat kesempatan untuk menyampaikan saran-saran solusi. Jika perlu, catatlah kemungkinan solusi-solusi yang terpikirkan. Setelah selesai, sepakati solusi mana yang Anda berdua pilih. Solusi tersebut harus mendapat kesepakatan dari Anda berdua agar tidak ada yang merasa keberatan dengan solusi di kemudian hari.

Setelah kesepakatan disetujui, tetapkan kapan Anda dan pasangan akan membicarakan tentang pelaksanaan dari solusi yang telah ditetapkan. Apakah sudah dilaksanakan dan bagaimana tingkat keberhasilan atau dampak-dampak yang mungkin timbul.

Komunikasi adalah hal yang vital dalam kehidupan keluarga. Maka, upayakan terus menjalin komunikasi yang lancar dalam keluarga. Komunikasi juga harus dilakukan dengan itikad baik dan penuh hormat. Membicarakan masalah bukan seperti pertempuran, dimana kedua belah pihak saling menyerang, saling merasa benar dan menuduh pihak lawan yang salah. Hal tersebut tidak akan menghasilkan keadaan yang baik karena akan melukai keduanya.

Ingat, bahwa tujuan Anda adalah mencari jalan keluar yang melegakan Anda dan pasangan sehingga kehidupan menjadi lebih bahagia.
Diterbitkan di: 07 Juli, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Sy mnikah usia muda 1tahun prnikahn syukur kmi mndptkan krunia keturunan,dimasa prjalanan prnikahan sya mlakukan ksalahn, saya msih tinggal dengan mertua, tak ada biaya u/ istri sya hrus mrubah sikap Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    jika suami marah apa yang kita lakukan..? ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    diem dulu dan dengarkan jangan sama sama marah karena akan menimbulkan emosi yang akan merusak kelanggengan/keharmonisan keluarga anda semoga bermanfaat terima kasih 04 Desember 2012
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Terima kasih karena solusi yg diberikan di atas benar adanya. Http://www.pasutrishop.com Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    kami pasustri beda keyakinan karena mslh keyakinan itu kami mau bercerai saya binggung bagaimana cara mempertahankan anak saya supaya bisa ikut dgn saya Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    suami saya memaksa saya untuk mengikuti keyakinan dia karena kami beda agama sehingga anaklah yang menjadi korban, bagaimana langkah saya untuk mempertahankan anak saya Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Bagaimana memperbaiki hubungan dengan suami yang diakibatkan oleh salah persepsi dan buruknya komunikasi? Kami masih merasa asing satu sama lain dan sama-sama mementingkan ego masing-masing Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    saya tidak tau masalah apa yang saya alami..tapi saya rasa orang tua saya pilih kasih...dia selalu membelikan apa yang abang saya minta tetapi jika saya minta tidak diberikan..tolong sarannya... ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    coba kamu tanyakan pada abang kamu...apa yang membuat dia selalu di belikan ini itu untuk dia.. ^^ 05 Juli 2012
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    papa saya menikah lagi, saya stres melihat papa saya seperti itu ? saya ingin terjauh dari rasa stres/depresi itu, tolong bantu saya ? saya ingin hidup saya kembali :( Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    bagaimana cara menghadapi orang yang selalu mencampuri urusan orang lain ( 2 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    jelaskan sama diyah bahwa tidak semua urusan orng mesti di urusi karna ada hal2 tertentu yg mesti di rahasiakan ole seseorang 06 Juli 2012
  1. Jawaban  :    semua orang bisa berbicara cuman ada batasan yang harus kita ketahui oleh setiap individu.masalh urasan orang itu mgkin kerana ada perhatian atau rasa peduli atau kah ada rasa iri ma kita .... 06 Juli 2012
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    bagaimana cara mengatasi suami yang sangat sulit untuk mendengar penjelasan padahal kesalahan tersebut memang telah dia lakkukan Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
  1. 1. ana

    pertanyaan

    bagaimana jika kita gak bisa mengungkapkan perasaan kita karena kita takut pasangan kita tidak bisa menerima apa yang kita ungkapkan??

    0 Nilai 24 Nopember 2011
X

.