Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Gaya Hidup>Keluarga & Relasi>Mengembangkan Kreativitas Anak Sejak Dini

Mengembangkan Kreativitas Anak Sejak Dini

oleh: MbahDarmo    
ª
 
Setiap anak sewaktu baru lahir, dapat diibaratkan sebagai selembar kertas yang putih bersih. Bagaimana dia nanti saat dewasa, tergantung dari apa yang kita tulis diatasnya, atau dengan kata lain : tergantung didikan dan pola asuh orang tua dan sekolahannya, terutama di usia 0 s/d 5 tahun.

Jadi, kreativitas bukanlah bakat, tapi sebuah pilihan.Setiap anak berpotensi menjadi kreatif. Kalau orang tua sejak dini sudah mengarahkan dan memberi ruang bagi si anak untuk mengembangkan kreativitasnya, maka dia akan tumbuh dewasa menjadi pribadi yang penuh kreativitas.

Berikut tips mengembangkan kreativitas anak-anak :

Ajaklah anak anak dalam kegiatan menggambar dan mewarnai. Melalui kegiatan ini, anak akan bebas berekspresi.
Dampingi anak dalam menggambar, dan jangan membatasi imajinasinya.Tidak perlu dikoreksi seandainya dia mewarnai batang pohon dengan warna kuning, daun dengan warna merah, atau bahkan langit dengan warna pink !! Semua itu adalah bentuk imajinasi anak anak, yang merupakan bagian dari kreativitasnya. Jangan kita membatasinya dengan "ukuran" atau "aturan" orang dewasa pada anak anak kita, misalnya langit harus berwarna biru, batang pohon harus berwarna coklat, air laut harus berwarna biru...semua ini malah akan menghambat daya kreativitasnya. Demikian pula dengan bentuk gambarnya.Daripada mengkoreksi lebih baik memujinya, apapun bentuk dan warna gambar dari hasil karya anak anak kita.

Orang yang kreatif adalah orang yang menilai dunia sebagai hal yang berharga.
Sejak dini, kembangkan rasa ingin tahu anak Anda tentang dunia ini. Protes, bantahan, inisiatif, kemauan, dan tindakan yang tak umum anak perlu difasilitasi. Orang tua perlu menanggapi secara bijak apa yang ditampilkan anak. Mereka harus menghindari tanggapan yang sekedar melarang atau membolehkan. Dengan sabar, selalu berikan penjelasan atas pertanyaan pertanyaan anak tentang berbagai obyek di lingkungan sekitarnya. Seremeh apapun pertanyaannya, selalu berikan jawaban yang logis dan jelas, meskipun anak Anda belum mampu mencernanya !!
Sejak dini tanamkan bahwa bertanya dan memiliki keingintahuan yang kuat, adalah hal yang wajar, dan bukan kesalahan. Jadi, jangan pernah memotong pertanyaan mereka atau melarang mereka untuk membuka mulut !!

Berikan kelonggaran bagi anak anak dalam bermain. Sepanjang tidak membahayakan kesehatannya dan keselamatannya, biarlah mereka asyik dengan permainannya. Misalnya : tidak perlu dilarang kalau dia bermain pasir. Yang penting, Anda tanamkan, kalau habis bermain pasir, harus cuci tangan-kaki-muka, dengan air sabun hingga bersih. Sebaiknya, arahkan permainan pada hal hal yang kontruktif dan membangun daya imajinasi, seperti : menyusun balok, membentuk sesuatu menggunakan "malam", puzzle, edugames di komputer, dll. Bila sejak dini, anak sudah dibiasakan dengan banyak aturan atau banyak kata "jangan", maka dia akan tumbuh dewasa dengan mid set untuk "bermain aman", tanpa banyak mengeksploitasi potensi dan lingkungannya.

Dongeng atau Cerita bergambar : Dengan cerita bergambar, anak akan berkembang daya imajinasinya. Dan bisanya, selalu ada pesan moral dalam setiap dongeng. Sebaiknya mulai dikenalkan dengan cerita bergambar sejak dini. Kalau anak belum bisa membaca, Anda dapat menceritakannya di jam bermain, atau waktu beranjak tidur...Waktu anak saya umur dua tahun, sekali ke toko buku bersama anak, saya bisa menghabiskan tiga ratus ribuan untuk membeli buku cerita bergambar dan VCD edugames, yang saat itu,nilainya sebanding dengan handphone yang saya pakai !!

Kenalkan anak anak dengan musik dan lagu sejak dini.
Bila perlu, les privat untuk menguasai salah satu jenis alat musik. Penguasaan alat musik akan melatih daya imajinasinya.

Sebagai tambahan, kita sebagai orang tua perlu selalu mengembangkan kualitas diri, sehingga mampu membangun atmosfer kondusif bagi anak untuk berkembang menjadi pribadi yang kreatif. Kualitas-kualitas diri itu mencakup : simpati, empati, kesabaran, keterbukaan terhadap anak dan perkembangan di dunia, serta kemampuan memfasilitasi segala aktivitas kreatif anak.

Dengan kualitas-kualitas itu, diharapkan orang tua dapat mengarahkan, dan mengembangkan kreativitas anak lebih baik lagi...

Anak anak yang tumbuh dengan didikan kekerasan dari orang tuanya, akan menjadi pribadi yang agresif dan sikap yang kasar saat dewasa.
Bagaimana mendidik anak dengan cara persuasif tanpa kekerasan ? Temukan caranya dengan klik link dibawah ini...

Apakah Anda terbuka untuk sebuah peluang penghasilan tambahan, namun terbentur modal ?
Seperti yang disampaikan begawan entrepreneur Indonesia, Bob Sadino : Modal utama seorang pengusaha bukanlah uang, melainkan modal intangible yaitu kemauan, kejelian melihat peluang, dan keberanian melangkah mengejar peluang.Salah satu peluang yang patut Anda pertimbangkan adalah Usaha Percetakan Rumahan. Simak tips memulai usaha ini dengan modal dengkul.Silahkan klik link dibawah ini....

Selamat mencoba !! (Mbah Darmo)

Diterbitkan di: 20 Juni, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Komentar Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

5 Teratas

.