Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Gaya Hidup>Keluarga & Relasi>Bercanda Bersama Rasulullah

Bercanda Bersama Rasulullah

oleh: madkenek     Pengarang : Ridhwanullah ar-Riyadhi
ª
 
Segala puji bagi Allah,Rabb semesta alam.Shalawat dan salam semoga dihaturkan kepada pemimpin para nabi dan rasul, Muhammad Saw dan juga kepada keluarganya, para sahabatnya dan kepada orang yang mengikuti jejak mereka dengan baik sampai Hari Kiamat nanti.
Di "Kata Pengantar", penulisnya mengajak para pembaca untuk berimajinasi sedang berada pada suatu zaman, di mana Nabi Muhammad Saw sedang tersenyum kepada para sahabatnya. Bayangkanah bagaimana Rasulullah Saw tertawa,tersenyum dan bercanda. Lalu pikirkanlah apakah anda tertawa ,tersenyum dan bercanda sebagaimana beliau tertawa, tersenyum dan bercanda dengan para sahabatnya?Apakah tawa anda itu dikarenakan suatu hal yang sama dengan hal yang menyebabkan Rasulullah Saw tertawa? Begitu pula denga senyum dan canda anda sebagaimana beliau tersenyum dan bercanda dengan para sahabatnya dan tidak mengatakan dalam canda tersebut selain hal yang benar?
Penulis pun tahu, anda akan menemukan masalah tawa,senyum dan canda saat ini tidaklah sesuai dan tidak mengikuti ajaran,metode dan cara tawa,senyum dan canda yang telah dicetuskan oleh Rasulullah Saw dan para sahabatnya. Maka, janganlah anda bersenda gurau kecuali isi senda gurauan itu memang benar, sebagaimana senda gurau yang dilakukan Rasulullah Saw .
Ketika para sahabat bertanya:"Wahai Rasulullah! Apakah engkau bersenda gurau dengan kami?"
Rasulullah Saw bersabda:"Saya tidak mengatakan sesuatu (dalam bersenda gurau) kecuali sesuatu itu memang benar".
Beliau berwasiat pula:"Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah".
Rasulullah Saw tertawa,tersenyum dan bercanda pada tmpat dan waktu yang sesuai dan tepat untuk tertawa,tersenyum dan bercanda.Perlu diketahui bahwa kebanyakan senyum yang dilontarkan oleh Rasulullah Saw itu dikarenakan beliau melihat sesuatu yang menakjubkan atau karena keheranan beliau dan sebagian lagi untuk menunjukkan rasa kasih sayangnya.
Dalam tertawa, ada aturan-aturan,nilai dan sopan santun tersendiri yang harus dipatuhi dan ikuti oleh setiap muslim.Seperti halnya, Rasulullah Saw melarang para sahabatnya untuk tertawa dikarenakan mendengar suara kentut,seperti dalam sabdanya:
"Kenapa salah satu dari kalian tertawa atas apa yang dilakukan olehnya".
Beberapa pedoman bagi kaum muslimin yang telah ditetapkan oleh Rasulullah Saw, walaupun perbuatan tersebut menyangkut masalah tertawa,tersenyum dan bercanda, karena beliau diutus oleh Allah Swt untuk menjadi contoh dan suri tauladan yang baik.
Beberapa Hadits shahih diantaranya:
"Janganlah kalian terlalu banyak tertawa, karena banyak tertawa itu dapat mematikan hati"(H.R.Ibnu Majah).
"Sesungguhnya seorang laki-laki yang berbicara dengan suatu ucapan,yang dengan ucapan tersebut dia tidak menginginkan suatu malapetaka kecuali hanya untuk menjadikan orang lain tertawa(guyonan saja), dia akan terjerumus ke suatu tempat yang jauh dari langit"(H.R.Ahmad).
"Celakalah orang yang bercerita kemudian berbohong dalam cerita tersebut demi untuk menjadikan orang lain tertawa,Celakalah dia,celakalah dia"(H.R.Ahmad).

Dalam buku ini, tidak kuran dari 138 Judul Kisah, untuk menggambarkan bagaimana Rasulullah Saw tertawa,tersenyum dan bercanda bersama para sahabat dan keluarganya.
Disini,tiga diantaranya,saya kutip secara ringkas.
"Kuda Memiliki Dua Sayap?"
Ketika melihat ada mainan boneka seekor kuda bersayap dua milik Aisyah r.a, Rasulullah Saw bertanya:"Kuda memiliki dua sayap?"
Aisyah r.a menjawab:"Bukankah engkau telah mendengar kalau Nabi Sulaiman a.s mempunyai kuda yang mempunyai banyak sayap?"
Kemudian Aisyah r.a menceritakan bahwa mendengar keterangannya, Rasulullah Saw tertawa sampai terlihat gigi gerahamnya.

"Orang Tua Tidak Akan Masuk Surga"
Seorang perempuan tua berkata:"Wahai Rasulullah, berdoalah kepada Allah supaya memasukkanku ke dalam surga".
Rasulullah Saw menjawab:"Wahai Ummu fulan, sesungguhnya surga itu tidak dimasuki oleh orang yang sudah tua renta". Maka perempuan itu pun berpaling, lalu menangis. Maka Rasulullah saw bersabda,"Beritahu dia kalau dia tidak akan masuk surga dalam keadaan sudah tua renta. Sebab Allah berfirman, "Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung.Dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan.Penuh cinta lagi sebaya umurnya" (Al-Waqi'ah:35-37).

"Senyuman Terakhir Rasulullah"
Diceritakan saat Abu Bakar r.a, bersama para sahabat yang lain sedang bersiap-siap untuk melakukan shalat, lalu Rasulullah Saw yang sedang sakit, menyingkap penutup(kelambu) kamarnya sambil nberdiri, kemudian tersenyum dan tertawa. Abu Bakar r.a mundur kembali menuju barisannya semula supaya Rasulullah Saw menempati shafnya, karena mengira Rasulullah Saw akan keluar untuk melakukan shalat. Maka Rasulullah Saw memberi isyarat dengan mengatakan,"Hndaklah kalian menyempurnakan shalat kalian". Lalu Rasulullah Saw membiarkan kain penutup itu terbuka dan beliau wafat pada hari itu juga.
Imam an-Nawawi berkata,"Hal yang menyebabkan Rasulullah Saw tersenyum adalah dikarenakan beliau melihat mereka mau berkumpul untuk melakukan shalat dan mengikuti imam mereka, mau menegakkan syariatnya, mereka sepakat dalam seruan mereka dan dikarenakan hati mereka bersatu. Karena itulah wajahnya bersinar sebagaimana ketika beliau melihat atau mendengar sesuatu yang menyenangkan".

Demikian ringkasan ini saya tutup dengan mengutip bagian akhir dari "Pengantar Penulis" yaitu Ridhwanullah ar-Riyadhi sebagai berikut:
"Saya memohon kepada Allah supaya menjadikan pekerjaan ini benar-benar ikhlas, hanya karena Allah Swt.Saya juga berharap semoga Allah mau mengumpulkan saya dan anda sekalian dalam surga yang mulia dan penuh kenikmatan dengan sambutan yang penuh ceria, canda tawa dan senyuman dari para penghuni surga lainnya, di mana pada hari tersebut tidak ada harta ataupun anak yang dapat memberikan manfaat kecuali orang-orang yang datang kepada Allah dengan hati yang bersih dan penuh keikhlasan.
Shalawat dan salam selalu tercurah kepada Nabi kita Muhammad Saw, keluarga,dan para sahabatnya semua.
Diterbitkan di: 27 April, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    bisa pesan aja gak bukunya? ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    Terima kasih.Coba saja hubungi link tsb diatas.(www.darulhaq.com atau E-mail:info@darulhaq.com) 26 Juni 2012
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.