Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Gaya Hidup>Kencan>Perilaku SEKS DAN PERSOALAN SEKS UMAT

Perilaku SEKS DAN PERSOALAN SEKS UMAT

oleh: keycreat    
ª
 
Sebagai gejala sosial yang telah berumur hampir sama tuanya dengan peradaban manusia,seksualitas memang layak mendapat perhatian yang khusus.
Problem dan trouble besar seksualitasadalah dia tidak pernah lekang dan lenyap oleh waktu ,tidak mengenal golongan,umur,strata sosial,maupun agama.singfkatnya,masalah tentang seksualitas dapat terjadi dan dialami kapan saja,siapa saja dan dimana saja.
Sebelum merambah lebuh jauh mengenai seks,perli kiranya menyatukan pemahaman masalah tersebut dengan penyamaan 3 hal yaitu Seks,Seksual dan Seksualitas.
1. Kata seks dapat berarti proses reproduksi atau perbedaan karakter jenis kelamin dan biasanya mengenai hal yang berkenaan dengan kesenangan,kepuasan organ digabung dengan organ-organ kemaluan atau terkait dengan percumbuan serta hubungan badan (KOITUS)
2. Seksual adalah berkenaan dengan tingkah laku,perasaan atau emosional yang digabungkan dengan rangsangan organ-organ kemaluan atau dengan proses reproduksi
3. Seksualitas adalah kapasitas untuk memiliki seks atau untuk mengusahakan hubungan persetubuhan. Bisa juga dimaksudkan karakter yang sedang tertarik pada sudut pandang seksual.
Seksualitas dikelompokkan menjadi 3
a) Biologis (kenikmatan atau kepuasan fisik dan keturunan)
b) Sosial (hubungan-hubungan seksual,berbagai aturan sosial serta sebagai bentuk sosial melalui seks biologis diwujudkan)
c) Subjektif (kesadaran individual dan bersama sebagai objek dan hasrat seksual)

Sejak berlangsungnya revolusi seks sekitar tahun 60-an di daerah eropa dan amerika,meski ada juga yanng melihat revolusi seks sebenarnya yang dimulai tahun 1920,karena hampir 98% wanita eropa ynga lahir pada tahun 1909-1919 melakukan “petting” (percumbuan) diluar nikah dan lebih sering melakukan koitus yang dipicu oleh kemakmuran demografis dan penemuan pil KB,sehingga memberi porsi lebih besar pada individualitas untuk mencari pemuasan diri dan telah terjadi perubahan tingkah laku seksual.
Seks menjadi suatu kebutuhan dan merupakan hak.
Membahas masalah seksualitas ternyata tidak sederhana yang dibayangkan,atau tidak seperti yang dipahami masyarakat kebanyakan. Apalagi seksualitas kaum muda khususnya di INDONESIA. Pembahasan seksualitas telah dikebiri melulu membahas masalah nafsu dan keturunan.
Sesungguhnya , seksualitas merupakan pokok bahasan yang tidak mungkin untuk menyediakan sebuah pemahaman lengkap mengenai seksualitas.
“ Semakin kita menjadi ahli dalam berbincang tentang seksualitas,maka semakin besar pula rasanya kesulitan yang kita hadapi dalam usaha memahaminya”

Diterbitkan di: 23 Juni, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.