Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Hukum & Politik>Administrasi Negara>Pegawai NEGERI SIPIL SEBAGAI ABDI NEGARA DAN ABDI MASYARAKAT

Pegawai NEGERI SIPIL SEBAGAI ABDI NEGARA DAN ABDI MASYARAKAT

oleh: Putrajaya     Pengarang : putrajaya
ª
 
Sejarah telah menunjukkan bahwa sejak indonesia merdeka sampai dengan menjelang kelahiran Orde baru. Pegawai Negeri Sipil di Indonesia tidak dan belum mencerminkan kesatuan dan masih dipengaruhi oleh situasi liberal dan faham lain yang bertentangan dengan Pancasila.

Kiranya masih teringat dalam ingatan kita apabila direnung ulang kembali, bagaimana keadaan Pegawai Negeri Sipil pada waktu itu terombang-ambing oleh kekuatan ideologi partai dan golongan. Keadaan seperti ini memungkinkan keanekaragaman orientawsi ideologi sehingga cenderung menjerumuskan antar sesama Pegawai Negeri Sipil pada pengkotakan dan konflik yang berkepanjangan, yang berakibat kesetiakawanan dan soloidaritas korps (esprit dicorps) hampir-hampir lenyap dan sirna.

Kepentingan pribadi dan golongan lebih diutamakan daripada kepentingan negara dan masyarakat. Kesetiaan dan loyalitas lebih banyak ditujukan kepada golongan, bukan masyarakat serta golongan. Abdi negara dan abdi masyarakat berganti menjadi negara dan masyarakat “menjadi abdi”. Kita menyadari apa yang telah kita perbuat dan lakukan sebagai aparatur negara, abdi negara dan abdi masyarakat. Banyak penyimpangan-penyimpangan yang telah dilakukan baik disengaja maupun tidak sengaja. Kita mulai berbenah diri kembali sebagai Pegawai Negeri Sipil, sehingga apa yang telah dilakukan sebagai penyimpangan mulai diluruskan kembali, tahap demi tahap. Rasa solidaritas dan kesetiakawanan yang hampir memudar kita hidupkan kembali.

Dalam garis-garis Besar Haluan Negara disebutkan bahwa Pegawai Negeri Sipil yaitu
1. Pemikir
2. Perencana, dan
3. Pelaksana Pembangunan Nasional, sesuai dengan tujuan nasional.

Hakikat Pembangunan Nasional adalah Pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan seluruh masyarakat indonesia. Jadi sebagai abdi negara dan abdi masyarakat Pegawai Negeri Sipil dituntut antara lain :
1. Pengetahuan
2. Keterampilan
3. Kemauan
4. Kedisplinan
5. Perilaku yang patut menjadi panutan dan suri teladan dari masyarakat

Pengabdian merupakan kata kunci yang akan selalu memberikan motivasi dan dorongan dengan kesadaran yang penuh untuk mendahulukan kewajiban daripada hak dalam situasi apapun.
Pengabdian melahirkan kesediaan berkorban untuk negara dan masyarakat. Ini perlu dipegang teguh dalam melaksanakan tugasnya yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara material dan spiritual.

Pegawai Negeri Sipil sesuai dengan tingkatan dan golongan telah mengikuti Penataran Pedoman Penghayatan dan Pengalaman Pancasila dari berbagai tipe: tipe A, tipe B, tipe C, dan tingkat nasional. Pegawai Negeri Sipil dituntut untuk secara aktif mengemban peranan sebagai pengalaman pancasila didalam kehidupan sehari-hari dan dalam rangka memasyarakatkan pancasila dan mempancasilakan masyarakat.

Perlu disadari Pegawai Negeri Sipil sebagai abdi negara dan abdi masyarakat di dalam mengemban tugasnya tidak hanya berpedoman kepada “man behind the gun” tetapi juga perlu dan penting adalah “mind behind the man”. Atas dasar tersebut di atas maka Pegawai Negeri Sipil akan dapat :
1. Mampu menjadi insan pengabdi kepada Tuhan yang Maha Esa, kepada negara dan kepada masyarakat dengan seikhlas-ikhlasnya dan sejujur-jujurnya.
2. Memepertinggi dan memepertebal rasa kerja sama dan kesetiakawanan sesama Pegawai Negeri Sipil.
3. Menjadi suri teladan bagi masyarakat sekitar dalam mewujudkan pembangunan nasional sebagai pengalaman pancasila.
4. Mengutamakan dayaguna dan hasil guna dalam mengemban pelaksaan tugas.
5. Meningkatkan kreatifitas dan prestasi kerja dan membina serta mengembangkan diri demi kelancaran tugas.
6. Meningkatkan disiplin kerja dan menyadari kewajiban dan hak serta melaksanakan kewajiban dan menghindari larangan.
Diterbitkan di: 13 Januari, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Lebih substantif manakah antara abdi negara dan abdi masyarakat? Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.