Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Politik pendidikan

oleh: penatinta     Pengarang : imam
ª
 
/* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-style-parent:""; line-heigh t:115%; font-size:11.0pt; font-family:"TimesNew Roman","serif";}

1. Akhlak adalah membersihkan hati dari sifat-sifat kotor dan menghiasinya dengan sifat-sifat yang terpuji sehingga tampak pada diri seseorang nilai-nilai (prilaku) kebajikan yang sesuai dengan syara`, yang mana nilai-nilai diatas dihasilkan dari wahyu (dogmatis, datang dari Tuhan). Sementara etika adalah nilai-nilai kebajikan yang dihasilkan melalui proses kehidupan manusia (kreasi manusia, sesuai dengan akal). Sedangkan adab, tata krama dan moral adalah salah satu bagian dari nilai-nilai yang terdapat dalam etika atau akhlak. Adab berkaitan dengan kesopanan, moral berkaitan dengan prilaku dan tata krama berkaitan dengan hubungan sosial

2. Etika dan Politik Pendidikan wajib dimiliki oleh setiap calon guru:

a. Etika dan Politik Pendidikan merupakan gabungan kata dari etika, politik dan pendidikan. Etika telah dijelaskan sebagaimana diatas, Politik adalah segala usaha atau kegiatan yang berkaitan dengan kekuasaan negara atau pemerintahan, dan Pendidikan adalah proses belajar mengajar (transfer ilmu pengetahuan) dari tidak tahu menjadi tahu atau suatu pembentukan kepribadian dan kemampuan anak dalam menuju kedewasaan yang didalamnya ada guru dan siswa serta lembaga yang menaungi. Dengan demikian etika dan politik pendidikan adalah suatu nilai prilaku yang berkaitan dengan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh kekuasaan (Negara / Pemerintahan) sesuai dengan undang-undang pendidikan.

b. Urgensi mata kuliah etika dan politik pendidikan untuk mahasiswa PBA adalah agar dapat melaksanakan fungsinya sebagai mahasiswa dengan seimbang baik sebagai agent of change, agent of control atau agent of analisis. Dan juga agar mahasiswa dapat menyeimbangkan antara pengetahuan agama dan pengetahuan tentang pemerintahan dengan baik dan teretika serta dapat mennjukkan eksistensinya secara fungsional di tengah-tengah kehidupan manusia.

c. Politik memiliki peranan penting dalam menentukan kebijakan pendidikan karena politik dalam hal ini adalah pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu system pengajaran nasional yang diatur dengan UU. Dengan demikian, telah jelas dinyatakan bahwa yang membentuk system pendidkan nasional dan penyelenggaraanya adalah pemerintah. Oleh karenanya, dapat kita ketahui bahwa politik mempunyai peranan penting dalam menentukan kebijakan pendidikan

3. Otonomisasi daerah dan otonomisasi pendidikan

a Otomisasi daerah adalah pelaksanaan pemerintahan disuatu daerah yang mana daerah tersebut memiliki kewenangan untuk memajukan serta mensejahterakan daerahnya seperti adanya kepala desa, sekretaris desa, camat, lurah, RT, RW dan lain-lain.

a Otonomisasi daerah adalah pelaksanaan pemerintahan dalam bidang pendidikan yang memiliki kewenangan untuk memajukan serta mensejahterakan pendidikn disuatu daerah. Seperti adanya, menteri pendidikan, pengawas pendidikan dan lain-lain.

Otonomi daerah dalam sejarah tata Negara/ Indonesia telah mengalami tiga kali perubahan, masing-masing satu kali pada masa orde baru dan dua akli pada masa reformasi. Pada masa orde baru, pada ketetapan MPRS disebutkan tentang tujuan pendidikan nasional Indonesia yaitu untuk membentuk manusia pancasila sejati berdasarkan ketentuan-ketentuan seperti yang dikehendaki dalam pembukaan UUD 45. pada masa orde baru ini juga terjadi perubahan tentang isi pendidikan dengan tujuan untuk mencapai dasar dan tujuan. pada masa reformasi otonomi daerah telah mengalami banyak perubahan diantaranya yaitu adanya reformasi dalam bidang politik dan pendidikan.

4. Hubungan antara pendidikan dengan isu-isu aktual:

a. Pendidikan dengan Globalisasi: Pendidikan merupakan satu hal yang mesti dilakukuan dalam menghadapi arus globalisasi, terutama adanya pasar bebas. Sebab demi meningkatkan mutu sumber daya manusia, pendidikan baik itu bersifat disiplin keilmuan maupun moral dapat menjaga karakter dan sifat manusia yang terkontrol (berakhlak) dan dapat bersaing dengan yang lain (negara lain).

b. Pendidikan dengan Demokrasi: keduanya memiliki hubungan erat dalam kaitannya melakukan pendidikan, sebab demokrasi pendidikan Adalah Kebebasan setiap warga negara untuk mendapatkan layanan pendidikan tanpa memandang jenis kelamin, umur, warna kulit, agama dan ras. Pendidikan harus diterima secara merata oleh siapapun yang berwarga negara di negara ini tanpa membeda-bedakan ras, agama, suku, struktur sosial dan daerah. Sebab pendidikan adalah hak setiap warga (manusia) untuk menjadi terdidik dan untuk meningkatkan mutu. Tidak ada diskriminasi atau pilah-pilih untuk melalukan pendidikan

c. Pendidikan dan HAM: hak asasi manusia dan pendidikan memiliki hubungan dari segi pelakunya, sebagai manusia setiap guru dan siswa memilki hak dan harus terpenuhi dalam pelaksanaan pendidikan, bagaimana pendidikan memliki arah dan beorientasi pada kemanusiaan. Sehingga tidak ada kekerasan dan paksaan dalam pendidikan.

Diterbitkan di: 23 Juli, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    bagaimana sikap guru terhadap murid yang usil dan mengganggu pelajaran? Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.