Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Hukum & Politik>Politik - Umum >Pemilu Sistem Distrik dan Sistem Proporsional

Pemilu Sistem Distrik dan Sistem Proporsional

oleh: IqbalNatsir     Pengarang : Iqbal Natsir Assidiqi
ª
 

Di dunia ini, dikenal 2 sistem pemilu yang digunakan untuk menempatkan wakil dari masyarakat ke pemerintahan, yaitu sistem distrik dan proporsional. Untuk pengertian dari masing-masing sistem diatas akan diuraikan dibawah ini.

Sistem Distrik

Dalam sistem distrik, jumlah penduduk di suatu wilayah akan sangat berpengaruh terhadap wakilnya. Karena di sistem distrik, daerah pemilihannya berbasis pada jumlah penduduk. Lalu dalam sistem ini pula, daerah pemilihannya cenderung kecil karena hanya berupa distrik. Sehingga jumlah daerah pemilihan akan sangat banyak, terutama jika sistem ini diterapkan di negara yang wilayahnya sangat luas. Lalu seorang caleg yang akan mewakili daerahnya haruslah berasal dan berdomisili di daerah pemilihan tersebut. Jika ada caleg yang berasal dari luar daerah akan cukup sulit untuk mendapat suara, karena masyarakat kurang mengenalnya. Jadi seorang caleg haruslah memiliki kualitas dan tingkat kepopuleran yang cukup tinggi di masyarakat.

Caleg juga haruslah diajukan oleh pemilih, baik melalui partai atau tanpa partai (independen). Jika seorang caleg terpilih, maka ia harus bertanggung jawab kepada rakyatnya baik secara langsung maupun melalui partai. Partai-partai kecil juga lebih dirugikan, karena suara pihak yang kalah tidak dihitung dan tidak memunkinkan terjadinya koalisi. Yang terakhir, dalam sistem distrik cenderung mengarah pada sistem desentralisasi karena wakilnya sangat loyal kepada partai maupun pemilihnya sehingga menimbulkan keterbukaan pertanggungjawaban wakil kepada daerah yang diwakili.

Sistem Proporsional

Sistem proporsional ada beberapa sistem yang merupakan kebalikan dari sistem distrik. Dalam sistem proporsional jumlah penduduk di suatu wilayah tidak berpengaruh terhadap jumlah wakilnya di pemerintahan. Daerah pemilihan juga cukup luas (setara propinsi di Indonesia) sehingga membuat jumlah daerah pemilihan tidak sebanyak pada sistem distrik. Caleg yang akan maju menurut sistem proporsional ini tidaklah harus berasal dari daerah pemilihan, melainkan dapat berasal dari daerah lain.

Jika di sistem distrik seorang caleg dapat maju secara independen, maka di sistem proporsional caleg harus diajukan oleh partai dan jika terpilih maka caleg memiliki pertanggungjawaban pada partai yang mengusungnya. Partai-partai kecil akan sangat senang jika sistem proporsional diterapkan karena mereka tidak akan dirugikan sebab suara semua partai akan tetap dihitung dan bisa berharap mendapat kursi di legislatif. Hal ini membuat peluang untuk menjalankan pemerintahan koalisi sangatlah terbuka karena partai-partai kecil biasanya akan berkoalisi dengan partai pemenang pemilu. Di sistem proporsional ini lebih mengarah pada pemerintahan sentralistik karena para caleg lebih loyal kepada partai yang mengusungnya. Akibatnya pertanggungjawaban politik kurang ditekankan.

Itulah tadi penjelasan mengenai sistem distrik dan sistem proporsional dalam pemilu. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan, sehingga bisa disesuaikan dengan kondisi suatu negara.

Diterbitkan di: 14 Februari, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    sistem apakah yang baik untuk indonesia, dan apa saja perbandingan dari kedua sistem pemilu tersebut? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    sistem pemilu distik adlah......? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Sistem apa yang dipakai negara Indonesia dalam pemilu akan datang? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    kenapa di indonesia tidak menganut sistem pemilu distrik secara murni? shg tidak terjadi partai gurem bermunculan ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    karna sistem distrik tidak diakui sebagian besar masyarakat 13 September 2013
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa perbededaan sistem distrik dan proporsional ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    Sistem distrik adalah sistem perwakilan distrik yang ditentukan atas kesatuan geografis,dimana setiap geografis hanya memilih seorang wakil. sistem proporsional adalah jumlah kursi yang diperoleh sesuai dengan jumlah suara yang diperoleh. 20 Nopember 2013
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    pengerian sistem secara distrik dan proporsional. dan kelebihan dan kekurangannya? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    bagaimana sistem pemilihan umum di indonesia Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    bagaimana cara menghitung persen dah jumlah kursi pada pemilu sistem proposional Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa keuntungan dan kerugian sistem proporsional terbuka dan tertutup? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    negara yang menggunakan sistem distrik dan prroposional Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.