KAMPANYE dan ANGKUTAN UMUM
Hari ini tanggal 20 Maret 2009 diadakan Kampanye Partai Demokrat di Senayan. Sejak
pagi hari, melalui Radio Elshinta saya mendengar ‘laporan’ dari banyak pendengar bahwa jalan-jalan di Jakarta banyak yang macet. Pertama, karena banyak Motor, Kendaraan Pribadi dan Bis berjajar dipinggir jalan bersiap untuk berangkat kampanye. Kedua, macet dikarenakan banyaknya kerumunan orang dipinggir jalan yang sedang menunggu bis kota untuk pergi ketempat kerja. Seseorang memberitahu Radio Elshinta bahwa tidak ada angkutan umum bis yang beroperasi. Wow … ada apa …. ?
Beberapa saat kemudian, Radio Elshinta menghubungi Wakil Kepala Dinas Perhubungan Bapak Riza Hasyim (mohon maaf kalau salah meng-eja nama) yang menjelaskan bahwa benar untuk Kampanye Akbar, Partai Demokrat hari ini telah menyewa 4000 kendaraan. Ratusan Bis Kota (Bianglala, PPD, Mayasari dll) disewa untuk mengangkut massa partai Demokrat. Akibatnya …. pengguna kendaraan umum menjadi terlantar. Ironis sekali …….. Bagaimana mungkin Partai yang merasa dirinya sangat peduli pada rakyat tetapi hari ini bertindak sesuatu yang sangat merugikan rakyat. Demi sebuah kampanye akbar, rakyat dibiarkan terlantar dijalan karena tidak ada angkutan umum yang tersedia dijalan untuk mereka hari ini. Logika yang sangat sederhana ini koq luput dari para petinggi Partai Demokrat ?
Apa yang terjadi hari ini adalah sebuah pelajaran yang sangat berharga bagi rakyat dan juga para politisi. Jangan sampai sebuah kebijakan justru menimbulkan kontraproduktif disisi lain. Pesan saya …. Rakyat harus jeli memilih Partai ataupun Presidennya nanti …….