• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Hukum & Politik>Politik - Umum >Lee Kuan Yew, Raksasa di negeri Liliput.

.

Lee Kuan Yew, Raksasa di negeri Liliput.

oleh : Minyot     

Pengarang : Lily Wibisono.
Lee Kuan Yew, siapa yang tidak kenal dengan seorang Perdana Menteri yang telah dengan suksesnya menjadikan Singapura sebagai
salah satu negara terpesat kemajuannya di Asia Tenggara hampir dalam segala bidang. Pada 7 agustus 1965 ''akte perceraian'' antara Malaya dengan Singapura di sahkan, setelah sebelumnya selalu terjadi kerusuhan rasial, yang memaksa PM Malaya Tengku Abdul Rahman akhirnya mengeluarkan Singapura dari Federasi Malaysia.
Ibarat mengurusi seorang bayi yang lahir prematur, Singapura yang lahir pada 9 agustus 1965, Lee Kuan Yew sulit tidur dan tidak enak badan. Ibarat seorang ayah Lee keras dan disiplin. Singapura adalah negara yang '' lahir tanpa''; tanpa sumber daya alam, tanpa sumber air, tanpa kekuatan militer dan tanpa-tanpa yang lain.
Betapapun, Lee berhasil menarik lokomotif perubahan dan pembangunan, sehingga berhasil menarik kota itu keluar dari keterbelakangan. Ada beberapa kata sifat yang selalu berulang setiap kali orang berbicara tentang pemimpin yang satu ini : keras, disiplin, otoriter, tetapi.....bersih dan jujur.
Pribadi Lee adalah sebagai pekerja yang spartan, sebagai seorang pemimpin, sikap itu sangat membangkitkan motivasi, seperti yang dikatakan oleh Anies Baswedan,Ph.D. Rektor sebuah Universitas Swasta di Jakarta, Lee Kuan Yew adalah '' the right person at the right time in the right place''.
Selama masa karirnya sebagai PM Singapura - selama lima masa jabatan - Lee tak pernah lalai melakukan kampanye sosialisasi program. Selain '' Speak Mandarin '' di akhir dekade '60an, ia meluncurkan program Keluarga Berencana ( KB ) ala Singapura dengan kampanye ''stop at two'' .
Program itu jadi terlalu sukses, yang dibuktikan dengan didirikannya pada thn 1964 lembaga Mak Comblang bernama Social Development Unit, untuk membantu kalangan muda-mudi terdidik di Singapura saling bergaul.
Dari negara berkembang sarang nyamuk malaria dengan penduduk 1,6 juta jiwa,Singapura telah beralih rupa menjadi salah satu negara paling maju dengan penghasilan per kapita U$32,470, menyalip Hongkong.
Kini Lee Kuan Yew, di usia senja nya, suaranya masih sering didengar. Meski para pengkritik makin gencar menggugat keterbukaan politik, tak ada yang dapat mengingkari jasa dan cinta Lee untuk Singapura. Inilah sosok Raksasa di Negeri Liliput, yang telah menciptakan keajaiban hanya dalam satu generasi.
Diterbitkan di: Agustus 12, 2009
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.