Negara mana di dunia ini yang bekerja tanpa demokrasi di dalamnya? Sistem perwakilan, pemilihan umum, penetapan hukum
berdasar suara terbanyak atau konsensus telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sistem kenegaraan. Negara-negara paling maju di dunia kebanyakan adalah negara pelaku demokrasi, bangunan sistem berbalut kapitalisme ini telah menunjukkan kepada dunia tentang apa arti kebebasan berpikir, berpendapat, dan beragama. Kebebasan adalah isu yang paling sentral. Ada dua sikap ekstrim tentang demokrasi, ada yang begitu memujanya sebagaimana pernyataan Francis Fukuyama dalam bukunya "The End of History", tetapi disisi lain ada yang memandang sistem ini sebagai penyebab hancurnya sistem kemanusiaan.
Bagaimana sebaiknya bersikap terhadap fenomena demokrasi ini? Anis Matta memandang bahwa daripada bersikap bermusuhan sementara pada kenyataannya hajat hidup manusia berada dalam lingkup demokrasi, lebih baik kita memanfaatkan beberapa bagian demokrasi yang sesuai dengan sistem syura (sebuah sistem yang diyakini otentik dari ajaran Islam) seperti sistem perwakilan dan sistem pemilihan. Sebagai pelaku gerakan dakwah, Anis melihat bahwa bukanlah sikap yang bijaksana apabila para da'i menjauhkan diri dari sistem politik, karena itu berarti kita telah membiarkan masalah utama yang mengatur hajat hidup orang banyak dipegang oleh para sekularis.
Masuknya para da'i dalam sistem kepartaian menjadi polemik dalam aktivitas gerakan dakwah internasional. Beberapa gerakan dakwah yang bersikap lunak dengan masuk ke dalam sistem demokrasi terbukti mengalami percepatan jumlah pengikut dan dianggap memberikan kontribusi lebih besar kepada tujuan dakwah itu sendiri.
Belajar dari Gerakan Hamas di Palestina dan PKP di Turki, memperlihatkan bahwa sikap intifa (pemanfaatan) demokrasi memberikan peluang kontribusi yang lebih besar terhadap tujuan umum gerakan dakwah itu sendiri. Dakwah dapat dilancarkan dengan lebih massif dan peluang penambahan pendukung menjadi lebih besar. Namun demikian, tetap diperlukan sikap kehati-hatian agar tidak terhanyut oleh ekses-ekses buruk demokrasi.
Dalam pernyataan Sayyid Quthb, yakhtalituuna walakin yatamayyazuun (bergaul dan bercampur (dengan masyarakat) tapi tidak terlarut di dalamnya).