• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

.

Internet

oleh : simanizjembatansungaimusi     


              SULITNYA KEHIDUPAN PENCARI SUAKA NON-KORUT
DI KOREA SELATAN
Soel-saat melarikan diri dari junita militer negaranya, Aung Myint Swe memiliki harapan tinggi untuk memiliki harapan tinggi untuk diterima dengan hangat sebagai pencari suaka di korea selatan. namun, apa yang dibayangkan tidak sesuai dengan kenyataan. dia harus menunggu selama empat tahun sebelum akhirnya diberi suaka tahun 2003. ketika kabur dari negaranya, pria berusia 46 tahun itu memandang korea dengan penuh dambaan, melihatperkembangan demokrasi di negara itu sejak tahun 1970dan 1980-an. Saat dia akif menentang rezim militer Myanmar, mendukung pempin oposisi Aung san Suu Kyi.
Dia harus dapat hidup tanpa bantuan pemerintah dan tidak dapat melamar ke lapangan kerja formal selain menjadi buruh.
"sya tidak dapat membawa keluaga saya kemari, karena untuk menghidupin diri sendiri saja masih sulit," kata Swe. istri dan kedua anaknya kini masih dalam di awasi pemerintahan Myanmar.Dia adalah satu dari pengungsi di luar korea utara yang memperoleh pengakuan secara resmi sejak korsel meratifikasi konsvensi pengunsi PBB tahun 1992.
Soel telah menerima sebanyak 8.500 pembelot dari korea utara, namun situasi yang sangat berbada dihadapi oleh pengungsi dari negara laen .
korea selatan pertama kali memberikan status pengungsi kepada warga non-korea tahun 2001 dan telah menolak 299 permohonannya suaka.
Sementara itu, 445 pengungsi lain masih menunggu keputusan, 94 telah menarik permohonan dan 35 orang di izinkan tinggal selama tiga bulan atas dasr kemanusian , namun tidak diberikan status pengungsi . lima puluhtiga lainnya tengah menunggu banding atas penolakan pemerintahan.
Buruh
"Tidak ada jalan lain bagi para pencari suaka untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari mereka kecuali dengan mencuri atau bekerja  secara ilegal,"kata Hwang Pil-gyu, pengacara yang membantu para pengungsi mendapatkan suaka.
banyak di antara mereka yang bekerja secara di pabrik-pabrik atau menjadi buruh kasar dan kerap menghadapi kondisi kerja yang keras, media masaa memberitakan  para pekerja asing yang dianiyayah majikan atau rekan mereka sendiri, misalnya dicurangi upahnya atau dipaksa bekerja dalam kondisi berbahaya.
Tempat Terbaik
lain lagi yang di alami seorang pencari suaka asal Bangladesh yang menyebut dirinya, Ronel Chakma. Dia mengatakan petugas hampir tidak melihat permohonan suakanya sebelum memutuskan untuk menolak memberikan status pengungsi.
"Setelah memandang sekilas pada dokumen permohonan, petuas mengeluarkan kami,"katanya
Chakma(38)yang tidak mau menyebut nama panjangnya karena khawatir akan mengancam keluargannya, tiba di korsel sebagai turis tahun 1994.Sejak itu dia tinggal secara ilegal sampai mendapat status suaka tahun tahun 2004.
Diterbitkan di: April 23, 2009
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.