• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Hukum & Politik>Politik - Umum >Masyarakat jadi korban para Elit Politik

.

Masyarakat jadi korban para Elit Politik

oleh : SITUNGKIR    

Pengarang : Biliater Situngkir

Masyarakat Jadi Korban Para
Elit Politik


 


Musim mengumbar janji telah tiba
dan semua elit politik yang terlibat dalam pencalonan diri berlomba-lomba
membuat strategi masing-masing demi tercapainya tujuan yang diinginkan.
Masing-masign Caleg membuat siasat dan berbagai cara, mulai dari pembuatan
kartu nama, brosur, spanduk, baliho sampai ke media cetak dan elektronik yang
kesemuanya mengatasnamakan rakyat.


Pada pesta demokrasi tahun ini,
dapat dikatakan sangat berbeda dengan tahun-tahun yang telah lalu dimana para
calon anggota legislatif sangat banyak jumlahnya yang notabene sangat
membingungkan masyarakat dan ini tentunya mengorbankan masyarakat dalam hal
materi maupun moral. Pada tahun ini masyarakat dari golongan apapun sudah bisa
menjadi calon anggota legislatif dan dengan pendidikan yang rendah juga
diperbolehkan mencalonkandiri. Ini tentunya akan sangat merugikan masyarakat
karena masyarakat yang mencalonkan diri karena tidak memiliki latar belakang
pendidikan yang mapan maupun pengalaman politik yang baik, dan menurut sumber
yang saya ketahui hal ini dilakukan semata-mata demi menguntungkan partai
politik demi mencapai suara terbanyak pada partai tersebut.


Kalau kita telusuri dilapangan,
banyak para calon legislatif yang hanya bermodalkan ijazah SMA tanpa pengalaman
politik dan dapat kita bayangkan kalau nantinya dia terpilih menjadi anggota
legislative, maka ia akan menjadi bulan-bulanan para penguasa dan pembuat
keputusan yang akhirnya anggota legislatif yang passif dan tak memperjuangkan
hak rakyatnya lagi. dan kalau saya perhatian, sekarang ini semua orang
berlomba-lomba ingin menjadi caleg bukan didasarkan hati nurani untuk
memperjuangkan nasib masyarakat, tetapi hanya untuk kepentingan pribadi karena
mereka ingin menjadi orang penting, mendapatkan gaji yang besar, disegani
bahkan ada pula yang menganggap menjadi caleg hanya sebagai lowongan kerja,
mengadu nasib dan keberuntungan.


Seringkali kita lihat pada media
televisi, para elit politik dalam orasi dan kampanyenya menunjukkan
gambar-gambar (visual) dari masyarakat yang kelaparan, miskin, terlantar dan
sebagainya. Para elit politik
mentamengkan masyarakat yang sengsara demi kepopuleran dan tercapainya tujuan
yang diinginkan. Hal ini tentunya sangat menyedihkan, para elitk politik
mengorbankan masyarakat yang nyata-nyata sudah sengsara dan susah untuk
mendongkrak keberhasilan para elit politik. Pada kenyataan yang telah kita
lihat, semua caleg dan para elit politik turun kelapangan memperkenalkan diri
kepada masyarakat dengan tujuan agar mereka dipilih oleh masyarakat tersebut, kegiatan
yang dilakukan pun tidak tanggung-tanggung, dari memberikan sembako, bazar,
pengobatan gratis yang menelan biaya yang sangat besar jumlahnya. Kalau kita
pikirkan secara akal sehat, siapa sih yang mau membuang uang tanpa mengharapkan
uangnya suatu saat nanti akan kembali..?? disini jelas dapat kita lihat, bahwa
elit politik melakukan berbagai kegiatan terhadap masyarakat bagaikan
ber-investasi yang tujuannya jika nanti merekan menang, maka mereka akan
berusaha akan mengembalikan semua yang telah habis sewaktu kampanye.


Apakah ini namanya tidak mengorbankan masyarakat..? boro-boro
memperjuangkan  nasib masyarakat tetapi
pesta demokrasi yang dilakukan kali ini malah menindas dan mengorbankan
masyarakat.


Diterbitkan di: Maret 31, 2009
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.