Struktur Politik ( IX )
1)Golongan Karya : Peta Politik Baru,
Dalam uraian tentang Dewan Nasional, sudah
tersimpul bahwa genus organisasi kekuatan sosial politik yang dewasa ini di kenal sebagai Golongan Karya adalah golongan fungsional yang lebih dikenal sebagai golongan karya. Ketika itu yang dinamakan golongan fungsional adalah : tani, buruh, pengusaha, intelegensia, pejabat militer, wakil daerah,dll. Kebanyakan golongan tersebut sedah merupakan organisasi yang berafiliasi dengan partai politik berdasarkan ikatan aliran. ”pemurnian” afiliasi dengan partai politik ini kemudian dilakukan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri No.12-1969. untuk mengusahakan hubunagn harmonis dan integrasi antara ABRI dan masyarakat, dan juga karena ABRI mempunyai hambatan moral tertentu untuk langsung terjun dalam infrastruktur politik, maka pengembanga Golkar tersebut dapat dianggap sebagai mitra dalam mengusahakan pembaharuan politik indonesia. Pembaharuan politik tersebut ditujukan pada cara-cara mewujudkan stabilitas politik sebagai syarat utama untuk kontinuitas program pembangunan yang telah di letakkan oleh Orde Baru. Dukungan yang diberikab ABRI kepada Golkar ini berlangsung secara timal balik. Eksponen Golkar terutama yang berasal dari organisasi profesi yang beranggotakan golongan intelektual dapat dijadikan sandaran bagi ABRI untuk melaksanakan program pembangunan.
Golkar sebagai ”partai”pemerintah, yang didalamnya banyak terkumpul birokrat cendikiawan, administrator, dan bahkan eksponen militer, menurut pengklasifikasian dapat disebut sebagai golongan kepentingan institusional, dan di segi lain karena pla tawarannya kepada masyarakat bersifat sekuler dan pragmatik. Yang menjadi persoalan bagi Sistem Politik Indonesia, terutama dalam pemiliha umum sebagai suatu subsistemnya, ialah terpolakannya kecenderungan keras bahwa penguasa selalu mempergunakan kekuasaannya di luar batas-batas kewajibannya agar keluar sebagai pemenang.