• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

.

Katakan PADA INDONESIA KOE

oleh : wandie    

Pengarang : ANDI BAYANG

"....Korban yang berjatuhan akibat serangan Israel diGaza terus meningkat...". Demikianlah bunyi headline berita dari
hari kehari, selama 2 minggu ini. Dengan pokok kalimat yang hampir sama, tapi angka yang disebutkan selalu berubah, bertambah besar dan membesar. Dari angka seratus korban meninggal dunia, hingga hari ini lebih dari 700. dari angka ratusan korban luka parah, dan hari ini kudengar lebih dari 3.000. Sampai kapan angka-angka ini tak lagi bertambah. Tak sanggup lagi rasanya kudengar berita yang kian hari kian memilukan. Kubayangkan betapa besarnya penderitaan rakyat palestina saat ini, khususnya yang bermukim di Gaza. Hari-hari mereka dicekam oleh rasa ketakutan, dengan suara bom yang memekakkan telinga, menghancurkan tempat tinggal mereka, merobek tubuh-tubuh tak berdosa. Setiap saat mereka dihantui oleh pertanyaan-pertanyaan, "Akankah esok anak-anak mereka masih bisa mereka peluk?", "Akankah esok anak-anak mereka masih bisa bertemu muka dengan ayahnya?" atau "Akankan esok mereka masih bisa menjadi ibu dan memberikan curahan kasih sayang kepada anak-anaknya?". Sungguh runtunan pertanyaan yang memerihkan hati untuk dijawab. Bukankah selama ini mereka juga sudah cukup menderita selama hidup berdampingan dengan kaum Yahudi Israel, dengan segala ketamakan dan kekejaman mereka yang ingin membunuh rakyat Palestina secara perlahan-lahan. Segala pelanggaran HAM yang sudah dilakukan oleh zionis Israel tak bisa dituntut oleh satupun undang-undang perlindungan hak azazi manusia. Bahkan sekarang kaum Zionis tersebut pun sudah tak sabar ingin segera menghabisi seluruh rakyat palestina dengan berbagai alasan yang dibuat-buat. Dan gegap gempitanya demonstrasi dari seluruh penjuru dunia yang menyuarakan agar dihentikannya kebrutalan Israel tersebut pun seperti tak didengarkan oleh manusia yang tangannya punya kuasa untuk menghentikan peristiwa berdarah ini. Seolah telinga mereka tertutup headset dan sedang mendengarkan senandung lagu merdu yang membuai dan menina bobokkan mereka. Padahal di sebuah tempat disana, saudaranya sesama manusia, saudaranya , seiman sedang memekikkan rintihan perih saat nyawanya meregang dengan tubuh bersimbah darah. Sungguh sebuah situasi yang jauh dari rasa nyaman, aman dan damai. Didalam Al-Qur'an Allah berfirman: "Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang ,beriman ialah orang-orang yahudi dan orang-orang musyrik" (QS. Al maidah : 82). Demikianlah peringatan Allah kepada kita tentang betapa berbahayanya kaum Yahudi tersebut. Aku pernah merasakan ketidaknyamanan berada bersama satu orang Israel, ditengah ratusan rakyat non Israel di sebuah Aula Universitas yang sangat nyaman. Jauh berbeda dari situasi di Gaza sana, yang dikelilingi oleh ribuan orang Israel disebuah tempat yang penuh "kenyamanan" atas "keramahan dari sebuah bangsa" yang memutus komunikasi rakyat Gaza dengan dunia luar, memutus aliran listrik dan air dan sekarang menghadiahi mereka dengan ratusan roket, rudal dan tembakan senjata api.Ramadhan lalu (9-12 September 2008), aku menghadiri kongres umum EUCARPIA (European Association for Research on Plant Breeding), yang diadakan di kota Valencia "City of the arts and sciences", Spanyol. Peserta yang datang mayoritas memang berasal dari berbagai negara di Eropa dan Amerika walaupun ada beberapa peserta yang berasal dari Afrika dan Asia. Selama kongres berlangsung, kuperhatikan ada seseorang yang berpenampilan berbeda, selain aku tentunya. Seorang pria, berusia sekitar 50 tahunan, dengan peci kecil dikepala, dan tali yang berjuntai di belakang celananya, dibawah T-shirt yang dikenakkannya. Sebenarnya hal itu tak ingin kuambil pusing, jika saja beliau tidak terlalu sering menyita perhatian peserta kongres dengan kegelisahan yang dia tunjukkan, selalu keluar masuk ruangan dan tak pernah duduk lama bahkan untuk mendengarkan satu topik seminar saja. Tapi hal ini belum begitu berkesan bagiku, hingga pada saat dia memperkenalkan siapa dirinya kepadaku. Waktu itu aku sedang berkeliling mengamati poster-poster hasil penelitian yang disajikan, menjelang waktu penjemputan oleh bus-bus ke penginapan masing-masing tiba. Aku mencari poster yang menurut daftar disajikan oleh peserta dari Iran dan seharusnya berada di deretan pertama didepan. Kulewati "pria tersebut" yang berdiri disamping posternya, sedang menjelaskan sesuatu kepada dua orang peserta yang menghampirinya. Sayangnya poster yang ingin kulihat tidak ada. Akhirnya aku kembali mengamati poster yang lain. Tiba-tiba kudengar seseorang berteriak "Hey....", aku menoleh kearah asal suara. Kulihat "pria tersebut" melihat padaku seraya berkata: " Hey...where do you come from? " Sepertinya jelas dia sedang bertanya kepadaku. Aku sedikit kaget dengan nada suaranya yang tinggi, tak seperti orang bertanya. Kujawab bahwa aku datang dari Jerman, dan kusebutkan nama Universitas tempat aku melanjutkan study yang tercantum di kartu nama yang terkalung di leherku, sambilm tersenyum. Dia melanjutkan dengan pertanyaan yang aneh, seperti interogasi bagiku karena dia mengucapkan dengan nada yang tetap tinggi dan wajah yang sangat tak ramah. " Do you live for all your life in Germany? " Sebenarnya di dalam hati aku merasa sedikit bingung disuguhi pertanyaan tersebut. Tapi aku jawab juga pertanyaannya, kukatakan bahwa sebenarnya aku berasal dari Indonesia dan sekarang aku sedang melanjutkan studiku di Jerman, dan setelah aku menyelesaikan studiku nanti tentu saja aku akan pulang ke negaraku. Dia memberikan komentar yang jauh lebih aneh,
Diterbitkan di: Januari 16, 2009
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.