Partai
politik dinilai
gagal. Tak cukup isu spesifik kampanye yang menyentuh kehidupan masyarakat. Juga dalam hal pengelolaan
keuangan partai. Partai sulit membangun fund rising yang stabil dan berkelanjutan. Saat ini kesannya, partai seolah menjadi milik seorang, personal.
Itulah beberapa catatan kegagalan partai sebagaimana diungkapkan Direktur Pasca Sarjana Ilmu Politik Universitas Gajah Mada, Ketut Putra Irawan.. Secara manajemen, katanya, banyak partai yang gagal untuk konsisten dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. "Akibatnya banyak konfik yang diklaim bermula karena pelanggaran AD/ART," ujar Ketut sebagaimana diungkapkan VivaNews 21-12-2008.
Partai hendaknya tidak hanya bergerak dan melakukan mobilisasi massa hanya pada saat menjelang Pemilu, kegiatan partai harus berkelanjutan. "Partai tidak boleh personal, artinya tergantung pada satu figur saja. Namun harus memiliki sistem organisasi yang luwes dan adaptif dengan kondisi masyarakat," ujarnya.
Sekarang ini orang masih memilih partai karena partailah satu-satunya alat transformasi kekuasaan yang legal. Jika ada alternatif lain, dan partai masih seperi sekarang ini kayaknya akan ditinggal masyarakat.